Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Juru Kampanye Partai Golkar, Steven Abraham Bantah Tudingan Politik Uang

Merauke | suaraburuhnasional.com - Juru kampanye Partai Golkar Papua, Steven Abraham angkat bicara mengenai video yang disebarkan dimedia so...




Merauke | suaraburuhnasional.com - Juru kampanye Partai Golkar Papua, Steven Abraham angkat bicara mengenai video yang disebarkan dimedia sosial yang diduga dilakukan oleh tim Paslon yang merupakan lawannya dan dikaitkan dengan dirinya. Menurutnya, kronologis rekaman video tersebut adalah ketika dirinya hendak mengunjungi rekan-rekan lamanya di setiap kampung untuk mengajak kerja sama. 

Dari kunjungan tersebut, Steven Abraham atau familiar dikenal Ayau ini menitipkan sejumlah biaya operasional kepada rekan lamanya yang pernah berjuang bersama. "Saya ketika menemui beliau (Mas Arif) beliau sempat buka baju Paslon lawan. Kata beliau ini baju Paslon yang Bos tidak dukung," jelasnya kepada wartawan, Senin (7/12/2020).

Hal ini menurutnya menunjukan bahwa bentuk penghormatan rekannya kepada dirinya. Singkat cerita kata mantan Anggota DPR RI ini, rekannya mengaku bersedia bergabung dengan Palson 01 dibawah komando dirinya.

Namun demikian, beberapa waktu setelah dirinya meninggalkan rekan lamanya itu tiba-tiba muncul video klarifikasi dari rekannya tersebut dengan wajah penuh tekanan. "Saya sampaikan kepada mas arif, ini bukan biaya untuk memilih. Tapi mas arif kawan dan tim lama saya jadi saya titipkan untuk operasional. Mas arif kerja dan bertanggung jawab ke saya," tuturnya.

Jadi menurutnya, sama sekali tidak ada paksaan dari dirinya kepada rekan lamanya tersebut. Dirinya menduga rekan lamanya tersebut ditekan sehingga muncul video tersebut. "Ini ada yang aneh, dari video itu seperti ada tekanan ke beliau. Coba bayangkan ketika saya datang dia buka baju Palson lawan. Saking dekatnya dengan saya dan menghormati saya," terangnya.

Berangkat dari duduk persoalan diatas, dirinya akan melaporkan pihak-pihak yang dengan sengaja mencemarkan nama baik pribadinya dan juga telah merugikan Paslon 01, Hendrikus Mahuse dan Edy Santosa (Hermes) ke pihak kepolisian.

Katanya, dirinya telah memberikan hak jawab kepada media yang sebelumnya telah memberitakan persoalan tersebut agar jelas di masyarakat sehingga tidak ada kampanye terselubung di masa tenang menjelang 2 hari pemilihan. (Nasrun Labata/Alfi Syahri/Hidayat Baadilla)

Tidak ada komentar