Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Musda MUI Ke - IX, Al-Ustadz Drs H Akhyar Nasution Ketua MUI Tebing Tinggi Masa Khidmat 2020 - 2025

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Drs. H. Ustadz. Akhyar Nasution mengucapkan terima kasih kepada para ustadz yang telah memberikan a...




Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Drs. H. Ustadz. Akhyar Nasution mengucapkan terima kasih kepada para ustadz yang telah memberikan amanah kepadanya menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebing Tinggi Masa Khidmat 2020 - 2025. 

Ustadz Akhyar dalam sambutannya mengatakan, sebenarnya dirinya tidak pernah meminta untuk hadir dalam Musyawarah Daerah (Musda) Ke - IX, namun karena adanya dorongan dari para ustadz dan izin dari istrinya, maka beliau memutuskan untuk maju mencalonkan diri sebagai calon Ketua MUI Kota Tebing Tinggi. Musda tersebut bertemakan,"Meneguhkan Peran Majelis Dalam Mempererat Ukhuwah Serta Persatuan Ummat" yang dilaksanakan di Gedung Hj. Sawiyah Kota Tebing Tinggi, Kamis (17/12/2020). 

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Akhyar yang mantan Kepala Sekolah SD dan selalu mengisi Khutbah Jum'at ini menyampaikan, sejak awal sudah bergabung di MUI dan dari awal pun ikut membangun MUI di Kota Tebing Tinggi. Bahkan ngaco semennya pun saya ikut," kenangnya.

"Kantor MUI yang ada sekarang itu, dahulunya tempat lubang sampah yang sangat buruk, tapi oleh pak Amiruddin Lubis dijadikan Kantor MUI sampai saat ini. Sama dengan Kantor Pengadilan Agama (PA) dahulu, ngaco semennya pun saya ikut," sebutnya. 

"Saya lahir di Tebing Tinggi, berkecimpung pun di Tebing Tinggi, tapi saya tidak ambisi untuk menjadi Ketua MUI. Di MUI Tebing Tinggi sudah cukup lama dan saya berada di kelompok Fatwa. MUI adalah tempat orang-orang yang amanah, Ulama tempat orang-orang berilmu, orang-orang bercahaya, maka kantor kita, kita sinarkan, kita buat cantik. "Mari sambut kedatangan saya, tidak ada perbedaan diantara kita, kita majukan agama kita di Tebing Tinggi dan kita wujudkan cinta kita melalui Majelis Ulama dan ini menjadi awal dari pertemuan kita," ungkapnya.

Selain itu, Al-Ustadz Akhyar menambahkan, sekali dalam perjalanan hidup saya, saya diminta oleh Panitia MTQ Provinsi Sumatera Utara (Provsu) untuk ikut sebagai Dewan Hakim dan bukan karena ada sesuatu," jelasnya. 

Saya ucapkan terima kasih kepada semua saudara-saudara para Ustadz yang telah memberikan amanah kepada saya yang telah membuka hati saudara-saudara oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Sebenarnya saya tidak pernah meminta untuk hadir disini di panggilan Allah yang telah saya putuskan atas izin istri saya kemarin dan saya hadir demi dorongan saudara-saudara," tutur Al-Ustadz Akhyar yang saat Musda menyisihkan H. Daulat Sibarani, H. Ibrahim dan Drs. H. Nizar Rangkuti. 

Pada kesempatan itu, mewakili MUI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Drs. Sarwo Edi, MA menyampaikan pesan, mari kita menjadi orang yang berpikir modern, jangan menjadi orang yang berpikir tradisional, kalau orang yang berpikir tradisional, hidup hari ini diceritakan masa lalu, yang berpikir modern, hidup hari ini berpikir hari ini, yang kita ciptakan hari ini dan orang yang berpikir modern dan berkemajuan, hidup hari ini berpikir hari ini, tetapi yang dipikirkan masa depan. 

Saya mengajak kita semuanya, mari kita ambil posisi itu dan jangan ambil posisi menjadi orang yang berpikir tradisional. Kemudian sebagai ulama, indikator sebagai ulama itu takutnya kepada Allah, kita wujudkan dalam kesalehan- kesalehan, kita tingkatkan kesalehan ritual dan harus kita tingkatkan dalam bentuk kesalehan sosial. Selanjutnya, kita laksanakan aktivitas kepedulian kepada kehidupan ini. 

Kemudian kita tingkatkan kesalehan spiritual (kesalehan hati/ikhlas) dengan niat kemudian kita tingkatkan kesalehan publik, maka akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Terakhir, kesalehan virtual, yaitu kita sepakat menerima tekhnologi, ada sesuatu yang dapat menghantarkan hasrat keinginan manusia dengan cepat, tetapi tekhnologi juga dapat merusak manusia dengan cepat. Ini harus kita tingkatkan, kita gunakan tekhnologi dengan sebaik-baiknya dan untuk beramal kebaikan sebanyak-banyaknya," ungkapnya. 

Sementara, pesan Wali Kota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM yang disampaikan Kabag Kesra H. Sahbana Hasibuan, MM kepada Ketua MUI Ustadz Akhyar yaitu, pasang niat yang penting, susun program yang aktual dengan kondisi sekarang, satukan semua Ormas Islam yang ada di Tebing Tinggi dan jalin kebersamaan antara ulama dan umaro, sehingga sejalan dengan yang diharapkan menjadi terwujud," ucapnya sembari mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik. 

Pesan penting lainnya yang disampaikan Sahbana adalah, setiap diri kita ada kekurangan dan kelebihan, kalau kita melihat kekurangan orang lain pasti orang lain juga melihat kekurangan kita. Kekurangan orang lain harus kita tutupi, transparansi dalam berorganisasi sangat menentukan kepercayaan orang lain (open manajemen), orientasi kita pada pembinaan ummat, sehingga umat ini aman, damai dan nyaman. Ini yang penting kita wujudkan," tegasnya. 

Kalau masalah rezeki, lanjut Sahbana, Allah sudah menentukan rezeki bagi kita, bukan kita yang tahu apa yang terbaik bagi kita, tapi Allah yang tahu apa yang terbaik diberikannya kepada kita. Ingat bapak-bapak, ibu-ibu dan kepada Ketua terpilih, yang paling sulit itu adalah mengatur ulama, mengatur guru-guru. Ini Pekerjaan Rumah (PR) Ketua yang paling berat, karena orang pintar dan berilmu yang dikumpulkan. Maka yang perlu kita bentuk adalah kebersamaan mewujudkan ummat ini nyaman dengan adanya ulama. Tetapi yang paling sulit, umat punya kepentingan, pemerintah punya kepentingan, disanalah diuji bagaimana kepemimpinan seseorang untuk dapat memenuhi keduanya, sehingga tidak ada yang merasa kurang. 

Masa Khidmat 5 Tahun itu sebentar, kalau kita bekerja dengan program yang nyata yang dilakukan dengan kebersamaan, nggak perlu banyak kali program, tetapi nggak ada implementasinya, contohnya, orang melakukan program yang sederhana, tapi manfaatnya dirasakan orang banyak. Untuk itu, susun program sederhana yang menyentuh ummat, sehingga ummat merasakan manfaat kita di tengah-tengah masyarakat. Kemudian implementasikan program-program, kumpulkan semua ormas Islam yang ada di Tebing Tinggi, rangkul semua ustadz/ustadzah, mu'allim mu'allimah dan tokoh-tokoh masyarakat, kita duduk bersama dengan pemerintah, maka terjadilah satu benang merah yang nantinya sama-sama kita laksanakan," ungkap Sahbana sekaligus menutup Musda Ke - IX MUI Tebing Tinggi. 

Sebelumnya, Ketua MUI Provinsi Sumatera Prof. Abdullah Syah mengatakan, Musda MUI Ke - IX ini untuk memilih Pimpinan Pengurus Majelis Ulama Kota Tebingtinggi yang baru Periode  2020-2025 dan mudah- mudahan musyawarah ini mendapat berkah dari Allah SWT dan mendapat petunjuk kita semua untuk memilih ketua baru dan pengurus baru yang akan datang untuk 5 tahun ke depan.

"Mudah mudahan pemilihan kali ini orangnya sesuai dengan yang diharapkan oleh daerah dan pimpinan daerah. Musyawarah tentu tidak akan membawa sesuatu pertentangan, karena segala sesuatunya dimusyawarahkan, karenanya tidak akan membuat perpecahan atau perselisihan," pintanya.

Menurut Abdullah, perlu dipilih orang yang terbaik untuk jadi pengurus Majelis Ulama ini agar supaya semua tugas tugas ke depannya lebih maju dan lebih baik lagi. MUI merupakan payung dari pada umat Islam yang akan memberikan penerangan kepada jamaah atau ummatnya dan harus memberikan bimbingan, karena tugasnya jangan hanya duduk di kantor saja, hanya bisa menanda tangani surat saja, tetapi MUI harus turun ke lapangan melihat kondisi daerah-daerah ummat di pelosok- pelosok daerah kita.

"Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik, jadi kita menerima hasil musyawarah, kalau sudah terpilih jangan ada lagi yang tidak menerima, jangan ada lagi yang mengkritik dan lain sebagainya. Hasil musyawarah itu hasil bersama walaupun kita tidak setuju, tapi kalau hasil musyawarah itu merupakan persetujuan kebersamaan kita semua diterima dan kita dukung untuk 5 tahun ke depan," sebutnya.






Sedangkan Wali Kota Tebing Tinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara dan diharapkan dalam musyawarah ini, bermusyawarah jangan ada perkelahian hanya gara gara memperebutkan kedudukan sebagai ketua dan Musda ini agar cepat selesai dilaksanakan.

"Ada juga yang menyatakan bahwa, tak ada yang dibantu oleh Pemerintah Kota Tebing Tinggi kepada MUI Kota Tebing Tinggi, padahal Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta kepada MUI untuk membantu kegiatan MUI dan hanya sekedar itu yang bisa kita berikan kepada MUI, karena anggaran APBD Kota Tebing Tinggi sangat minim," jelas Wali Kota. 

Lanjut Wali Kota lagi, keberadaan MUI ini sangat dibutuhkan di daerah manapun juga sebagai pelindung dan payung. Apalagi menyangkut kepada kemiskinan, kepada pengangguran agar bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk menjauhi kekufuran. "Ke depannya MUI bisa mengajak umat untuk dapat kiranya melakukan pekerjaan pekerjaan amar ma'ruf dan nahi mungkar," pintanya.

Ketua MUI Tebing Tinggi, Ahmad Dalil Harahap menyampaikan pada tanggal 18 Desember 2020 mendatang akan diadakan Musda MUI tingkat Provinsi Sumatera Utara, setelah keseluruhan Musda MUI tingkat daerah selesai semua hasil Musda di bawah ke MUI ke tingkat Musda Provinsi Sumut Utara.

Sementara itu, saya sudah menjabat selama dua periode, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang telah banyak memberikan dukungan kepada MUI selama saya menjabat, marilah kita tingkatkan lagi persatuan dan kesatuan sesama kita dan umat beragama. Sekali lagi saya mohon maaf apabila ada kesalahan saya selama menjabat sebagai Ketua MUI Kota Tebing Tinggi,"paparnya. (Alfian Haris)

No comments