Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Pelatihan Jurnalistik Wartawan Unit Pemko Tebing Tinggi, Wali Kota : Jangan Buat Berita Hoax

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Wali Kota Tebingtinggi  Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Ju...




Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Wali Kota Tebingtinggi  Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Jurnalistik Wartawan Unit Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi Tahun 2020 yang diikuti 116 wartawan  dari perusahaan pers masing-masing di Gedung Balai Kartini Jalan Gunung Lauser, Kota Tebingtinggi, Selasa (8/12/2020) 

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota mengatakan, berita yang ditulis wartawan harus bisa dipertanggung jawabkan dan jangan membuat berita hoax, seperti saat ini banyak muncul di media sosial," jelasnya.

"Mengapa harus kompetensi wartawan, karena wartawan harus bisa menggali tulisannya dengan baik sesuai dengan apa yang disampaikan oleh narasumber dan tulisannya bisa dipertanggung jawabkan, karena bukan penyajian berita yang mengandung unsur kebohongan," ucap Wali Kota. 

Ditambahkan Wali Kota, saat ini banyak penyajian berita yang mengandung unsur hoax, terutama di Media Sosial (Medsos), karena berita yang ditampilkan hanya pendek dalam pemberitaan itu, belum tentu ada kebenarannya, tetapi masyarakat sebagai pembaca masih banyak terprovokasi dengan berita hoax tersebut, sehingga bisa memancing kesatuan NKRI.

"Selain Medsos, ada juga media cetak, media eletronik dan media online, jadi biasanya berita yang disajikan itu tidak hoax. Tetapi, untuk Medsos, berita yang beredar banyak berita bohong, berbeda dengan media cetak, elektronik dan online yang penyajian beritanya lengkap, sehingga para pembaca paham betul dengan isi berita yang di bacanya," sebut Wali Kota 

Wali Kota Tebingtinggi juga menyampaikan bahwa, ada yang kita tulis benar, tetapi jika ada unsur perpecahan didalamnya jangan tulis, karena bisa menyebabkan perpepecahan dikalangan anak bangsa sepert berita yang menyajikan unsur Suku, Agama, Rasa dan Antar Golongan (Sara). 

"Jangan katakan sejujurnya, tapi katakan yang sebaiknya. Benar belum tentu itu baik, karena bisa menimbulkan perpecahan antar suku dan jangan dijadikan polemik. Konsep pers harus menjujung nilai tinggi pada nilai kebangsaan, bukan kepentingan person dan mencari popularitas," ujarnya mengingatkan. 






Lanjut Wali Kota lagi, kita harus bisa mempertanggung jawabkan atas tulisan itu, tentunya dalam berkomunikasi, karena tulisan wartawan merupakan mata pena yang lebih tajam dari pada pedang, bisa melukai orang. Tulisan wartawan juga harus bisa menggunakan bahasa benar, karena yang membaca tulisan  adalah masyarakat dan jangan menggunakan tulisan menggunakan bahasa lokal sehingga tidak dimengerti oleh pembaca," pesannya. 

Terakhir diungkapkan Wali Kota, saat ini media cetak surat kabar mengalami masa sulit dikarenakan saat era digitalisasi, para pembaca mulai pindah ke media eletronik dan online. Di Sumatera Utara sebelumnya pembaca surat kabar mencapai 24 ribu, saat ini mengalami penurunan hingga mencapai 12 ribu pembaca saja, ditambah biaya cetak mengalami kenaikan di masa pandemi Covid-19 dikarenakan harga kertas yang cukup mahal karena barangnya masih didatangkan dari luar negeri," pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber, Kadis Kominfo Tebing Tinggi Dedi P Siagian, Pengurus PWI Sumut, Muhammad Syahrir Dan Dekan Fisipol UMSU Medan, DR. Arifin Saleh Siregar. (Alfian Haris)

No comments