Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Tokoh Papua Selatan Meminta Kepolisian Usut Praktek Intimidasi Politik yang Terjadi di Jagebob

Merauke | suaraburuhnasional.com - Tokoh sentral Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan memproses h...




Merauke | suaraburuhnasional.com - Tokoh sentral Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan memproses hukum atas praktek-praktek intimindasi yang dilakukan oleh tim Pasangan kandidat nomor urut 03 terhadap warga eks transmigrasi di Kampung Kamnosari, Mimi Baru, Gurinda Jaya dan Wenda Asri. 

Menurutnya, praktek-praktek seperti ini sangat tidak dibenarkan karena ini sudah melanggar hak-hak demokrasi masyarakat, karena masyarakat diancam apabila warga eks transmigran tidak mendukung pasangan 03 maka hak penggarapan lahan yang selama ini digarap akan ditarik.

"Olehnya itu saya sebagai orang tua dan tokoh di Papua Selatan ini menghimbau kepada pihak Kepolisian dan Bawaslu untuk menindak, dengan tegas pendukung kandidat 03 yang telah melakukan intimindasi terhadap masyarakat eks transmigrasi di Kampung Kamnosari, Mimi Baru, Gurinda Jaya dan Wenda Asri," ungkapnya dengan tegas, Rabu (02/12/2020).

"Sekali lagi saya menghimbau kepada pihak Kepolisian agar segera menertibkan kandidat nomor urut 03 dan seluruh anggota tim yang melakukan intimidasi, agar dibenahi diberi tindakan bahkan diberi sangsi hukum kepada mereka yang melakukan ancaman," ucap tokoh yang familiar disebut JGG ini.

John Gluba juga menambahkan bahwa pada Undang-undang dasar 1945  pasal 28 i ayat 1 menandaskan, setiap orang wajib menghormati hak asasi orang lain dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan tindakan ancaman ini hakekat dasar yang di atur di pasal 28 i ayat 1 itu sudah dilanggar, oleh saudara-saudara kita yang melakukan ancaman.

"Sehingga ketertiban hidup bermasyarakat terganggu akibat ancaman intimindatif itu, karena demokrasi bukan memaksa, demokrasi bukan mengintimindasi demokrasi adalah kehendak bebas dari Allah yang diberikan kepada setiap insan manusia untuk memilih siapa pun tanpa diintimindasi," jelasnya.

"Cara pendukung kandidat nomor 03 ini adalah mempercundang warga-warga sederhana untuk kepentingan dan kehausan kekuasaan untuk menjadi Bupati Merauke. Negeri ini Harus dipimpin  orang yang bijaksana yang memiliki jiwa kebapaan, memiliki jiwa kepamongan, melindungi dan mengayomi. Calon pemimpin itulah yang harus kita hadirkan melalui  pilkada Kabupaten Merauke pada tangal 9 Desember nanti. Bukan pemimpin yang arogan dan mengintimidasi rakyat,"tegas John Gluba Gebze. (Nasrun Labata/Alfi Syahri/Hidayat Baadilla)

No comments