Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Yayasan HUBASIBE Miliki Harapan Pada Pemimpin Baru Kota Medan Untuk Terbitkan Perda Lindungi Mangrove

Belawan | suaraburuhnasional.com - Seiiring  dengan kemajuan zaman tak sedikit persoalan serta masalah  mucul di tengah-tengah masyarakat di...




Belawan | suaraburuhnasional.com - Seiiring  dengan kemajuan zaman tak sedikit persoalan serta masalah  mucul di tengah-tengah masyarakat di belahan dunia manapun, bahkan fenomena peristiwa alam yang kerap belakangan ini sering terjadi dan masayarakat hanya bisa pasrah oleh ketentuan Tuhan. 

Kita ketahui Kota Medan baru-baru ini ditimpa musibah banjir bandang dan dalam pantauan media terdapat lebih dari 6 korban jiwa akibat musibah ini, jelas bahwa ini bagian Pekerjaan Rumah (PR) yang tak mudah bagi pemimpin Kota Medan kedepan. Banjir yang menjadi langganan untuk Kota Medan ini seharusnya di sikapi secara serius untuk pemimpin Kota Medan mendatang. 

Dalam sebuah kesempatan saat awak media ini mengunjungi salah satu Ekowisata yang terdapat di Kota Medan yakni Ekowisata Mangrove Sicang yang berada di Kecamatan Medan Belawan. Disana awak media menjumpai salah seorang pengelola di tempat tersebut seorang aktivis muda yang memiliki mimpi bahwa Kota Medan bebas banjir kedepannya. 

Adalah FR. Nasution yang akrab selaku Ketua Yayasan Hutan Bakau Sicanang Belawan atau disingkat HUBASIBE pemerhati populasi hutan Magrove di Sicanang mengatakan, bahwa sejatinya alam diciptakan Tuhan lengkap dengan fungsi sesuai kebutuhannya. Tak ada alasan kita berpangku tangan dan pasrah dengan keadaan semua pasti ada solusi. 

FR. Nasution selaku Ketua HUBASIBE juga menjelaskan. bahwa jika kita mau belajar dengan beberapa kota bahkan negara yang berkembang maka kita dapat melihat bahwa di kota maupun negara yang berkembang tersebut akhirnya berpahamkan bahwa manusia dan teknologi yang berkembang harus kembali ke alam, tak sedikit LSM maupun aktifis lingkungan dari luar negri melakukan observasi terhadap tempat ini dan mereka berdecak kagum dengan keindahan serta keistimewaan Alam Mangrove Sicanang. 

Menurut FR. Nasution, Mangrove Sicanang adalah satu satunya hutan mangrove yang masih tersisa saat ini di Kota Medan, hal ini butuh perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Medan guna  keberlangsungan ekosistem alam di Kota Medan. Jika wilayah ini punah maka saya bisa pastikan Kota Medan akan tengelam dengan abrasi laut Belawan nantinya. Mangrove Sicanang adalah tumbuhan yang sangat berjasa untuk masayarakat Kota Medan sebab mangrove adalah tumbuhan yang mampu menjadi filterisasi alam yang paling baik untuk kita. 






Bayangkan pabrik maupun perusahan yang ada di wilayah Medan Utara yang kian hari kian bertambah, tak sedikit limbah ataupun polusi yang di keluarkan setiap menit, jam, dan hari, hal ini berlangsung bertahun tahun. Polusi udara dan pencemaran lingkungan tak dapat di hindari untuk suatu perkembangan kota dan bahkan negara.

Saat ini magrove sicanag adalah perisai alam yang dapat mengahalau keresahan tersebut untuk itu Pemerintah harus mampu mencari formulasi bijak dalam menyikapi hal ini meskipun pembangunan tetap berjalan namun kelestarian hutan mangrove tidak hilang. 

Di akhir jumpa pers kami dengan lelaki berdarah Mandailing ini berpesan kepada Calon Wali Kota Medan nantinya bahwa Kota Medan masih punya hutan mangrove Sicanang sebagai satu-satunya benteng alam yang harus diperhatikan agar kelestarian dan manfaat Hutan Mangrove tetap dapat kita rasakan sebagai garda terdepan penahan dan menetralisir kemungkinan kemungkinan buruk yang terjadi seperti polusi banjir dan lain sebagainya. Berharap pemerintah terbitkan Perda untuk menjaga Mangrove tetap lestari dari perambah kayu Hutan mangrove kedepan,"harap  FR. Nasution pada siaran persnya. (Nelson Srg/Tim)

No comments