Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


DPD Sapma-IPK Gelar Aksi Damai di Disdik Kota Medan, Tuntut Penggunaan Dana BOS Diaudit Kejaksaan

Medan | suaraburuhnasional.com - Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satuan Pelajar dan Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (Sapma-IPK)...




Medan | suaraburuhnasional.com - Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satuan Pelajar dan Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (Sapma-IPK) Kota Medan menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Medan Jalan Pelita IV Medan Perjuangan, Kamis (21/1/2021).

Dalam aksinya, mereka meminta aparat kepolisian dan Kejaksaan Negeri Medan untuk melakukan investigasi atas dugaan penyelewengan dana BOS di jajaran Dinas Pendidikan Kota Medan. 

Selain itu mereka juga meminta kepada Plt Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution agar mengganti Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan karena dinilai tidak memiliki power dan leadership dalam memimpin Dinas Pendidikan di Kota Medan. 

"Program Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan pendidikan yang baik di Indonesia kami sangat apresiasi, tetapi program itu belum didukung penuh oleh aparatur pemerintah di bawahnya. Saat ini masih ada oknum-oknum di Dinas Pendidikan yang mencoba bermain dan menghambat kemajuan dunia pendidikan," kata Koordinator aksi Fachrul Roni dengan alat pengeras suara.

Dia juga menyampaikan, bahwa di Disdik Kota Medan diduga kuat telah marak terjadi penyelewengan dana BOS, pengutipan sertifikasi guru hingga bantuan bagi pendidikan anak usia dini. "Sungguh ironis dan memperihatinkan,  dana yang seharusnya menjadi hak para generasi penerus bangsa itupun tidak luput digrogoti oknum-oknum di Dinas Pendidikan Kota Medan ini," keluhnya.

Massa yang mengenakan seragam IPK itu membawa poster dan sepanduk yang bertuliskan DPD Sapma-IPK Kota Medan meminta polisi, kejaksaan dan KPK untuk memeriksa Dana BOS Dinas Pendidikan Kota Medan. 

Aksi massa yang mengendarai 2 angkutan kota (angkot) itu hanya dilakukan selama 15 menit dan dilanjutkan di Kejaksaan Negeri Medan dan terakhir di depan Kantor Wali Kota Medan dengan tuntutan massa yang sama. (RS)

No comments