Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Kecewa dengan Surat PT. SMGP, BASARA Madina Siapkan Pulbaket

Panyabungan | suaraburuhnadional.com - Surat PT.SMGP yang sudah beredar di media sosial dan online dengan judul "Pernyataan Perusahaan ...




Panyabungan | suaraburuhnadional.com - Surat PT.SMGP yang sudah beredar di media sosial dan online dengan judul "Pernyataan Perusahaan Untuk Didistribusikan kepada Media" menjadi pembahasan dan melahirkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Salah satu organisasi yang getol menyikapi persoalan dugaan kelalaian PT. SMGP dalam musibah ini yaitu Badan Penanggulangan Bencana Al Washliyah (BASARA) Madina melalui ketuanya Abdi Paruntungan, S.P dalam keterangannya kepada kalangan media menyebutkan ada banyak keanehan yang muncul ketika membaca surat yang dimaksud.

Alinea pertama surat itu seakan akan menjustifikasi bahwa mereka dalam pelaksanaan  uji coba pada hari Senin itu sudah sesuai dengan standar dan prosedur yang baku namun sempat terjadi terpaparnya gas yang kemungkinan berupa H2S.

"Lucu dan ini sangat tidak rasional sekali,  jika memang semua tahapan yang dilaksanakan sudah sesuai mekanisme dan prosedural SOP lantas pertanyaannya mengapa ada paparan gas yang tidak terdeteksi sehingga warga masyarakat kemudian menjadi korban" ujarnya dengan serius. 

Jangan kemudian sebut Abdi dengan terbitnya surat tersebut mereka lantas dengan mudah mengklaim bahwa semua operasional pekerjaan mereka pada hari Senin  saat uji coba tersebut sudah sesuai dengan SOP. "Jika mereka sudah patuh dengan SOP jadi darimana datangnya gas beracun itu??,"urainya heran.

Dugaan sementara menurutnya  ini kesalahan perusahaan.Ini jelas indikasi human eror kata Abdi. "Kita tidak mau ada penggiringan opini bahwa semua sudah sesuai dengan SOP, karena yang berhak melakukan penilaian dan kesimpulan setelah terjadinya tragedi ini hanya  aparat hukum  yang sudah mulai melaksanakan penyelidikan dan pengusutan musibah ini,"imbuhnya. Jadi, PT.SMGP tidak boleh secara sepihak melakukan klaim bahwa mereka mematuhi SOP. "Ini artinya menuding ada pihak lain yang melakukan pelanggaran dan ini akan memperpanjang permasalahan nantinya kedepan,"tegasnya sambil menuding surat tersebut hanya lips service semata.

Dalam penilaiannya juga, Abdi bersama Rakhmad Arbaal Pulungan menyebutkan bahwa surat tersebut jikapun memang benar dikeluarkan PT.SMGP namun tidak secara spesifik menjelaskan bentuk bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada masyarakat khususnya kepada keluarga korban yang sudah meninggal dunia. 

"Boleh disebut surat mereka ini hanya normatif belaka,padahal sesungguhnya yang ditunggu adalah surat yang memuat kaidah akuntabilitas korporasi  yang secara tegas mengandung pertanggungjawaban kepada publik utamanya kepada keluarga korban," tukasnya semangat. 

Pertanggungjawaban kepada publik sebut Abdi adalah permohonan maaf kepada masyarakat dan pertanggungjawaban kepada korban misalnya pemberian santunan, pemberian beasiswa kepada anak korban sampai perguruan tinggi, dan masih banyak hal lainnya.

Badan Penangggulangan Bencana Al Washliyah (BASARA) Madina juga menyoroti surat tersebut dari norma administrasi yang berlaku secara jamak yakni penomoran dan tanggal surat tersebut dikeluarkan. "Surat PT.SMGP ini terbit tanpa tanggal dan nomor,maka wajar kemudian jika ada pihak yang menyebutkan surat ini bodong,"tegasnya.

 Masa sekelas PT yang termasuk dalam kategori objek vital nasiobal dan merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) suratnya abal abal begitu sebutnya heran. "Spekulasi terkait dengan  surat ini menjadi wajar karena sama sekali tidak mencerminkan kaidah administrasi surat menyurat (korespondensi) yang benar,"ungkapnya.




Selain hal itu, yang paling menggelikan sekali ujar Abdi bahwa surat tersebut beredar di dunia maya tanpa tanda tangan dan stempel resmi PT. SMGP ataupun yang mewakili. "Jika memang Khrisna Handoyo atau Syahrini Nuryanti adalah orang yang dihunjuk perusahaan menjadi Jubir Penanganan Musibah ini ya mbok ditanda tangani toh..dengan nama jabatan lengkap,"paparnya.

Jadi benar benar merupakan statement resmi perusahaan karena ada orang yang bertanggungjawab dan nomor serta tanggal surat sehingga surat tersebut bisa diklasifikasikan sebagai pernyataan perusahaan PT.SMGP yang sah secara hukum administrasi.

Masih menurut Abdi, pihaknya dalam jangka waktu dekat ini akan melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan di wilayah yang terkena musibah tersebut termasuk mewawancarai para saksi yang ada dilapangan saat peristiwa naas itu terjadi untuk kemudian dikonfrontir dengan surat tersebut dan juga pernyataan sikap kementerian ESDM beberapa hari yang lalu.

"Ini akan menjadi bahan kami untuk menentukan langkah organisasi kedepan nanti,"ungkapnya sembari meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan masing masing di tengah pandemi dewasa ini terutama yang berada di lokasi pengungsian untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. (Mn)

No comments