Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Pemilik Bangunan Arogan dan Ancam Kampak Dua Wartawan, BPC Akan Lapor Polisi

Belawan | suaraburuhnasional.com  - Pasca adanya insiden pengancaman mau dikampak pemilik bangunan bernama Ahu terhadap 2 wartawan saat konf...




Belawan | suaraburuhnasional.com  - Pasca adanya insiden pengancaman mau dikampak pemilik bangunan bernama Ahu terhadap 2 wartawan saat konfirmasi dan bertugas menjalankan tugas jurnalistik sebagai sosial kontrol dengan melihat adanya bangunan yang diduga tanpa IMB di Jalan Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan.

Terkait insiden itu, Ketua Belawan Pers Club (BPC) Irwan S Pane dalam menindaklanjuti adanya pengancaman terhadap 2 wartawan yàng merupakan pengurus BPC itu dan berencana akan membuat laporan ke Polres Pelabuhan Belawan.

" Ya, kita akan membuat laporan ke Polres dan hal ini merupakan hasil rapat kepengurusan dan anggota BPC pada hari ini Jumat (15/01/2021), kemungkinan Senin mendatang," ungkap Irwansyah didampingi AM.Tanjung di Sekretariat BPC Maju di Belawan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, semula kedua wartawan anggota BPC kemarin sedang melakukan peliputan 2 unit bangunan yang diduga tidak dilengkapi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan serta tidak lengkapi papan plank SIMB di sekitar lokasi bangunan.

Saat itu 2 orang wartawan yang sedang bertugas meliput bangunan baru di Gabion Belawan atas nama AM.Tanjung dan Ganden Limbong pada Senin, 11 Januari 2021 kemarin saat mau konfirmasi terkait temuan mereka pada pemilik bangunan bernama Ahu langsung bersikap arogan dan mengancam akan mengkampak wartawan. 

Sontak keduanya pergi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua BPC Irwan Pane serta berencana melaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan. Lebih lanjut ketua BPC mengatakan, Soal perkataan Ahu "bisa kena kampak” yang dapat dimaknai sebagai pengancaman itu, sudah merupakan pelecehan terhadap tugas jurnalistik yang dapat mengancam.keselamatan jiwa pekerja Pers. Menurut Pane tidak sepantasnya Ahu bicara seperti itu kepada wartawan.

“Tidak seharusnya si Ahu itu ngomong begitu, Perkataannya itu bisa saja dijadikan sebagai delik aduan, bisa kena pidana pengancaman itu nantinya. Kalau memang dia gak mau dikonfirmasi, ya.. cukup bilang saja bahwa tidak bisa dikonfirmasi karena sedang sibuk. Kan gak perlu ngancam”, tegas ketua BPC.

Sebenarnya lanjut kata ketua BPC, setiap bangunan yang dibangun sudah ada ketentuan yang diatur di dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan bahwa setiap pembangunan diwajibkan memasang papan plank IMB yang dipasang di sekitar bangunan dan mudah terlihat masyarakat umum. Bahkan ada sanksi denda atau kurungan badan bagi siapa saja yang melanggar Perda tersebut.

Secara kronologis AM.Tanjung menjelaskan, awal mula kejadian tersebut ketika mereka meliput kegiatan di Pelabuhan Perikanan Belawan, dan melihat ada bangunan baru serta mencoba mencari informasi lengkap mengenai bangunan tersebut.

Salah seorang warga yang ditemui di sekitar bangunan mengatakan bahwa bangunan tersebut adalah milik Antoni, dikatakannya bangunan berlantai 2 tersebut rencananya akan dibangun cold storage dan tempat penjemuran ikan di bagian atap gedung.

Antoni yang disebut-sebut sebagai pemilik bangunan ketika dikonfirmasi mengatakan surat izin bangunan tersebut sudah diberikan Camat kepada ayahnya bernama Ahu. “Suratnya dari Camat sudah ada sama ayah saya”, kata Antoni ucap AM.Tanjung. Mendapat informasi awal selanjutnya mereka lanjut konfirmasi kepada Ahu ketemu persis di Gudang Bengkel Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan kebetulan Ahu sedang merenovasi kapal ikannya.

Ketika coba dihampiri, Ahu pun langsung berkata, ” Jangan ganggu, saya lagi sibuk”, ujar Ahu sambil menjauh dari media jelas Tanjung. Selanjutnya Ahu mendekati kembali dan berkata, “Kalau orang lagi sibuk diganggu, bisa kena Kampak nanti, sembari mau ambil alat”, kenang AM. Tanjung sambil meniru perkataan Ahu. (Nelson Srg/Tim)

Tidak ada komentar