Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Polres Sergai Gelar Konpres Terkait OTT Kadis Sosial Sergai

Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com - Kapolres Sergai AKBP. Robin Simatupang SH,M.Hum didampingi Kasat Reskrim AKP. Pandu Winata, SH, M...




Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com - Kapolres Sergai AKBP. Robin Simatupang SH,M.Hum didampingi Kasat Reskrim AKP. Pandu Winata, SH, M.H dan Kanit Tipikor Iptu Edward Sidauhuruk menggelar Konfrensi Pers (Konpers) terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Dinas Sosial Sergai di Rumah Makan Cindelaras Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (22/1/2021) sekira pukul 20.00 WIB.

Dalam Konpres di halaman Mapolres Sergai Kapolres AKBP Robin Simatupang, SH, M.Hum mengatakan Ifdal resmi ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh juru periksa, sejak Kamis -Jum'at (21-22/1/2021). 

Penetapan Kadis Sosial Sergai yang juga mantan Inspektorat Sergai sebagai tersangka pelaku pemerasan terhadap pemilik e - Warung (Elektronik Warung Gotong royong) berinisial S dan menindaklanjuti laporan dari warga. 

Peristiwa pemerasan tersebut terjadi Kamis (21/1/2021) sekira pukul 14.00 Wib di RM Cindelaras di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, saat ingin menyerahan dana puluhan juta agar tidak diganti sebagai suplayer dan distributor sembako. Dari tersangka, petugas selain mengamankan barang bukti uang senilai Rp.30 juta, turut juga disita satu unit Handphone seluler,”jelas Kapolres.  

Selanjutnya Kapolres juga menerangkan bahwa aksi pemerasan yang dilakukan tersangka IL terhadap pemilik e-warung sebagai penyedia Sembako untuk bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah berulangkali dilakukan tersangka. 

Tindakan tersangka dapat dijerat dengan pasal 12 huruf b subs pasal 11 UU RI No.31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 21 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara seumur hidup stau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit sebesar Rp.200 juta,”pungkas Kapolres. (Heri)

No comments