Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Tembak Eksekutor Pelaku Pembunuhan Berencana

Belawan | suaraburuhnasional.com - Setelah Team gabungan Sat Reskrim dan Polsek Belawan berhasil menangkap TSK IS, pada 04 Januari 2021 kema...




Belawan | suaraburuhnasional.com - Setelah Team gabungan Sat Reskrim dan Polsek Belawan berhasil menangkap TSK IS, pada 04 Januari 2021 kemarin, kali ini Team Sat Reskrim Kembali berhasil menangkap S alias AL alias Wak Ali, (50), warga Lorong supir Belawan yang merupakan eksekutor dalam kasus pembunuhan berencana. 

Dalam paparanya, Senin (11/1/2021), Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dr. Mhd. R. Dayan, SH., MH., menungkapkan bahwa tersangka S alias AL alias Wak Ali, terpaksa dilakukan penembakan di bagian kaki karena melakukan perlawanan yang membahayakan petugas dan berusaha kabur saat dilakukan penangkapan.

Penangkapan tersangka berdasarkan LP/03/I/2021/SU/SPKT Pel.Belawan, tanggal 03 Januari 2021. Pelapor Telly Sihombing, (51), Linkungan 28 Kel Pekan Labuhan Kec. Medan Labuhan yang merupakan adik ipar korban. Adapun korban adalah Parlidungan Napitupulu, (62) yang merupakan pensiunan TNI, alamat Jalan Jaring Udang I Lingkungan 28 Kel. Pekan Labuhan Kec. Medan Labuhan. 

Sementara para tersangka berinisial IS, (25), Jalan Gudang Arang Lorong Supir Kec. Belawan I sudah tertangkap, dan S alias AL alias Wak Ali, (50), Lorong Supir Belawan. Turut diamankan barang bukti berupa, 1(satu) buah jaket parasut warna biru yang bercampur darah korban milik korban, 1(satu) buah celana keper panjang milik korban warna hitam, sepatu PDL milik korban, 1 (satu) buah topi warna crim dengan jaring coklat ditemukan di kamar mandi diduga milik pelaku, dan 1(satu) buah celurit ditemukan di kamar mandi. 

Dipaparkan kapolres, bahwa telah terjadi Tindak Pidana barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang (Pembunuhan Berencana) sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 Subs 338 jo 55 KUHPidana.

Dengan kronologis kejadian, pada hari Minggu tanggal 03 januari 2021 sekira pukul 01.00 Wib saat pelapor sedang berada di rumah, pelapor menerima telpon dari Erik Silaban yang memberitahukan bahwasannya korban Parlindungan Napitupulu telah dianiaya (ditikam)  dan korban telah dibawa ke RS.TNI AL Belawan untuk pertolongan medis.

Setelah mendengar kabar tersebut pelapor langsung pergi ke RS TNI AL Belawan bersama istri pelapor untuk melihat keadaan korban, sesampainya di RS TNI AL Belawan pelapor melihat korban berada di ruangan IGD RS TNI AL Belawan sudah meninggal dunia.





Pelapor melihat di dada sebelah kanan dan kiri korban terlihat ada 2 bekas tusukan senjata tajam selanjutnya korban Parlindungan Napitupulu di bawa pihak kepolisian Polres Pelabuhan Belawan ke RS. bhayangkara medan untuk kepentingan otopsi mayat.

Atas peristiwa yang dialami korban, pelapor selaku adik ipar kandung korban merasa keberatan dan membuat laporan polisi ke Polres Pelabuhan Belawan agar pelaku dapat dituntut dan diperoses sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

Ketika diintrograsi, kedua tersangka mengakui melakukan perbuatannya, kedua tersangka mengakui melakukan perbuatannya bersama dengan temannya yang berinisial DN, dan kedua tersangka mengakui sebelum melakukan aksinya,terlebih dahulu mereka merencanakannya di sebuah warung di depan RS PHC Belawan serta pembagian tugas masing-masing. (Nelson Siregar/Hms Polres Pelabuhan Belawan)

Tidak ada komentar