Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Aktivitas Ratusan Kapal Pukat Trawl Di Belawan Ancam Punahnya Spesies Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan

Belawan | suaraburuhnasional.com - Aktivitas ratusan Kapal Pukat Trawl di Belawan yang melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan per...




Belawan | suaraburuhnasional.com - Aktivitas ratusan Kapal Pukat Trawl di Belawan yang melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan telah berdampak menimbulkan kerusakan dasar perairan serta dampak signifikan terhadap ekosistem dasar bawah perairan.

Hal tersebut terbukti dikarenakan pukat trawl yang digunakan merupakan sebuah alat penangkap ikan yang bersifat aktif dalam pengeporasiannya bahkan hingga menyentuh ke dasar laut, yang menyebabkan terjadinya pengadukan dasar perairan saat dilakukan penarikan pukat trawl ke kapal.

Informasi yang diperoleh awak media, oleh karena adanya aktivitas Kapal Pukat Trawl penangkap ikan ini, telah merusak sumberdaya ikan dan lingkungannya, serta dapat mengancam punahnya berbagai spesies ikan dan spesies hewan laut lainnya yang bergantung pada ikan untuk bertahan hidup.

Selain itu, dengan menggunakan pukat trawl tersebut, spesies ikan dapat terancam punah dampaknya produksi sumberdaya ikan akan semakin menurun, hal ini dikarenakan aktivitas penangkapan ikan dilakukan secara berlebihan (over fishing)

Otomatis ini sudah melebihi dari kemampuan populasi ikan untuk meningkatkan perkembang biakan kembali jumlahnya, sehingga menyebabkan stok ikan semakin berkurang di wilayah pengelolaan perikanan. Apalagi aktivitas Kapal Pukat Trawl ini setiap hari melakukan penangkapan ikan, otomatis hal ini dapat menyebabkan dampak serius akan kepunahan spesies ikan tersebut maupun hewan laut pada wilayah pengelolaan perikanan.

Untuk itu dilaranganya adanya aktivitas Kapal Pukat Trawl untuk melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan, disebabkan alat penangkapan ikan tidak sesuai dengan persyaratan, alat ini juga salah satu alat penangkapan ikan yang dilarang penggunaannya.

Menurut keterangan tokoh nelayan Belawan, Khairuddin Nasution alias Kadin mengatakan,"saat ini masih banyak pukat trawl yang masuk ke zona nelayan tradisional, sehingga sangat merugikan pendapatan nelayan tradisional,"tegasnya.

Dikatakanmya,"begitu juga dengan adanya pengoperasian pukat trawl mini, yang juga sangat sensitif khususnya bagi para nelayan tradisional, dimana dalam hal ini banyak pukat trawl mini merusak sumberdaya ikan dan lingkungannya,"ungkap Kadin.




"Disamping itu juga, penggunaan pukat trawl ini akan menghancurkan kehidupan dasar laut, karena alat tersebut menggunakan pemberat yang akan bekerja sampai ke dasar laut dan menghancurkan kehidupan hewan kecil,"ungkap Kadin

Hal senada dikatakan Syahdan mengatakan,"sebagai nelayan kecil hasil penangkapan semakin menurun, karena alat tangkap yang digunakan kapal pukat trawl dengan nelayan tradisional berbeda,"ujarnya.

"Beda bang, kami menggunakan pukat langgei, sedangkan pukat trawl merusak habitat laut, sehingga segala jenis ikan kecil maupun yang besar semua terangkut, dan inilah salah satunya menyebabkan hasil tangkap saat ini berkurang,"tandas Syahdan. (Nelson/Tim)

Tidak ada komentar