Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Cut Man : Muhammad Nazar Pantas Mengisi Jabatan Wakil Gubernur Aceh

Banda Aceh | suaraburuhnasional.com - Cut Man mantan Wakil Panglima Meulaboh Raya, mengatakan, jangan dibiarkan kursi Wagub Aceh terlalu lam...




Banda Aceh | suaraburuhnasional.com - Cut Man mantan Wakil Panglima Meulaboh Raya, mengatakan, jangan dibiarkan kursi Wagub Aceh terlalu lama tak bertuan, bisa masuk setan dalam berbagai bentuknya yang ingin berperan sebagai wagub-wagub siluman yang sangat merugikan Aceh dan pembangunan.

Ketua DPW PNA Kabupaten Nagan Raya, jika wagub-wagub siluman yang berperan, maka hal itu beresiko juga bagi gubernur sendiri, cepat atau lambat,”tandas mantan kombatan paling dicari masa konflik di wilayah barat selatan kepada wartawan melalui pesan whastApp, Jum’at, (5/2/2021).

Menurutnya, sejak mencuatnya nama Muhammad Nazar untuk mengisi sisa masa jabatan Wakil Gubernur Aceh, isu pengesian pos wagub itu menjadi viral dan dibicarakan oleh berbagai kalangan di seluruh Aceh.

“Kalangan politisi sampai warga biasa, sejak mencuatnya nama mantan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, nampak semakin tertarik mengikuti isu terkait proses dan ikut mendorong pengisian jabatan wagub Aceh sisa jabatan 2017-2022 dan mempertanyakan mengapa proses itu seperti tersendat-sendat”,tandasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan kepadanya, siapa figur yang tepat untuk mengisi sisa masa jabatan wagub tersebut, secara spontan ia menyatakan nama Muhammad Nazar. “Hanjeuet laen syit ka paih nyan memang neuduek H. Muhammad Nazar. Beliau sudah sangat pengalaman dan berkemampuan urusan pemerintahan maupun pembangunan,” tegasnya.

“Yang belum layak jangan paksakan keinginan. Lebih baik belajar dulu di posisi-posisi peran yang lain. Sisa jabatan  wagub juga tak lama lagi. Hana le watee untuk meureunoe. Lagipun suatu jabatan di dalam sistim demokrasi dan hukum yang berlaku, bukanlah suatu warisan kepada keluarga maupun internal partai. Sama sekali tidak wajib dari internal partai pengusung.

Irwandi-Nova juga menang dari suara rakyat, kalau jumlah suara pengurus dan kader partai-pengusung kan sangat sedikit. Apalagi suara dari anggota keluarga kandidat lebih sedikit lagi. Jangan perlakukan pos jabatan itu sebagai warisan. Jadi tak usah dibuat-buat kriteria aneh yang justru melanggar prinsip demokrasi dan hukum,”ia mengingatkan tegas. (Dia)

No comments