Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Dampak Tidak Dinaikan UMK Deli Serdang Tahun 2021, Buruh Berpotensi Rugi Bekisar 240 Miliyar

Deli Serdang | suaraburuhnasional.com - Dampak tidak dinaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deli Serdang Tahun 2021, maka buruh diperkirakan ...




Deli Serdang | suaraburuhnasional.com - Dampak tidak dinaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deli Serdang Tahun 2021, maka buruh diperkirakan akan rugi bekisar 240 Miliyar rupiah selama setahun nanti 2021

Menyikapi hal tersebut, maka 10 Elemen Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bermartabat Sumatera Utara (GEBBER - Sumut) akan menggugat UMK dan UMSK Deli Serdang ke Pengadilan Negeri Medan.

Gugatan berupa perdata perbuatan melawan hukum menuntut pemerintah dan intansi terkait untuk bertangung jawab atas kerugian buruh tersebut yang menjadi dasar GEBBER Sumut mengungkapkan bahwa angka kerugian tersebut hanya UMK  lagi UMSK untuk Tahun 2021, dan angka itu hanya prediksi dengan jumlah  pekerja/buruh Deli Serdang di angka 50.000 orang dan sudah diambil perkiraan minimum. 

Padahal sesuai data Kementerian Koordinator Perekonomian Tahun 2014, total pekerja / buruh Deli Serdang sebanyak 800.000 orang. Bayangkan, yang dihitung 50.000 saja yang dirugikan, sudah sebanyak itu, kalau dihitung ratusan ribu, kakulator kita pasti gak cukup menghitung potensi kerugian Pekerja/Buruh Deli Serdang.

GEBBER juga sudah lengkapi data kongkrit hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di 4 Pasar Tradisonal yakni Pasar Tanjung Morawa, Percut Sei Tuan, Deli Tua, Patumbak dimana kita dapatkan hasil KHL rata rata 4,010.000.

Juga sudah dapatkan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi dalam penetapan upah untuk Tahun 2021 tidak ada minus dengan rinciannya, Pertumbuhann Ekonomi Deli Serdang Adalah 5,81 %, Inflasi Deli Serdang, 0,65 % (tidak minus), data ini resmi didapat dari kantor Badan Pusat Statistik (BPS Deli Serdang).

Yang paling harus diketahui para pekerja / buruh adalah bahwasanya, Tahun 2021 ini adalah merupakan jatuh tempo priode 5 Tahun sekali untuk UMK dan UMSK sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tentang Upah Penetapan Kenaikannya  UMK UMSK harus mengacu sesuai Peremenaker 18 Tahun 2020 Tentang Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Itu artinya tahun ini upah buruh wajib ditentukan berdasarkan survei pasar KHL tidak hanya melihat pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang dialasankan pemerintah selalu minus karena pandemi Covid 19. 

Dalam pernyataaan hasil rapat GEBBER Sumut berkesimpulan bahwa, 1. Tidak ada alasan apapun kepada Bupati Deli Serdang dan Gubernur Sumatera Utara tidak menaikan UMK dan UMSK Deli Serdang dan kabupaten kota lainya di Sumut. 2. Bupati Deli Serdang dan Gubernur Sumatera Utara diduga melanggar UU Ketenagakerjaan, Perturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan dan Permenaker No 18 Tahun 2020 Tentang KHL. 3. Tuntutan GEBBER Sumut Naikan UMK Deli Serdang yakni sebesar Rp. 4.000.000 ( Empat Juta Rupiah) untuk Tahun 2021 sesuai data survei KHL. 4. Perincian potensi kerugian pekerja/buruh di Deli Serdang 240 Miliyar Rupiah dalam tahun 2021 yakni diambil jumlah pekerja/buruh Deli Serdang adalah 50.000 orang. Seandainya UMK Deli Serdang dinaikan 3.600.000 Juta Rupiah saja oleh pemerintah dari UMK sebelumnya yang tidak naik yakni 3,188..000, maka ada selisih 412.000 Rupiah/ bulan /orang pekerja buruh di kali 50.000 Pekerja/Buruh total Rp.20.600.000.000 (Dua Puluh Milyar Enam Ratus Juta Rupiah)/bulan di kali 12 Bulan (setahun), maka potensi kerugian pekerja/buruh Deli Serdang dalam setahun yakni, Rp.247.200.000.000 (Dua Ratus Empat Puluh Tujuh Miliyard Dua Ratus Juta Rupiah).

Maka Berdasarkan hal tersebut sebanyak 10 elemen pekerja/buruh yang tergabung dalam GEBBER Sumut akan mengugat Bupati Deli Serdang dan Gubernur Sumatera Utara, pada pertengahan bulan Februari 2021 ini gugatan akan didaftarkan.

Adapun susunan kepengurusan GEBBER Sumut yakni, Penasehat GEBBER Sumut Willy Agus Utomo SH, Koordinator GEBBER Sumut, Muhammad Sahrum MBA, Sekretaris GEBBER Sumut Purwandi SH, Bendahara Marthin Silitonga, Kepala Divisi Hukum GEBBER Sumut Rohdalahi Subhi Purba SH MH, Kordinator Lapangan GEBBER Sumut Silalahi Tony Rickson.

Sementar itu 10 elemen pekerja/buruh yang tergabung yakni, 1. PC F. SP. PP - SPSI Ketua Adi Syahputra, 2. PC F. SP. LEM - SPSI Ketua Isrofi, ST, 3. DPC F SB Kikes KSBSI Ketua Hera Yunita Siregar SH, 4. DPC SBSI 92 Ketua Ahmad Albar, 5. PC F. SP KEP SPSI Ketua Zulfadly HMs. SH, PC F SP. RTMM SPSI Ketua Kahartono, 7. PC F SP. Kahut SPSI Sekretaris Ir. Adiono, KC FSPMI DS Ketua Dedi Heriawan, 9. DPC SBSU M.Amrul Sinaga SH, 10. KGB Peta Ketua Purwandi SH. (red/rel)

Tidak ada komentar