Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Dua Wartawan Korban Pengancaman Penuhi Panggilan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan

Belawan | suaraburuhnasional.com - Pengancaman yang dilakukan Ahu terhadap 2 orang wartawan beberapa waktu yang lalu akhirnya kedua wartawan...




Belawan | suaraburuhnasional.com - Pengancaman yang dilakukan Ahu terhadap 2 orang wartawan beberapa waktu yang lalu akhirnya kedua wartawan yang tergabung di Belawan Pers Club menuhi panggilan untuk dimintai keterangan oleh penyidik Polres Pelabuhan Belawan, sesuai surat laporan kepada pihak kepolisian hari Selasa tanggal 19 Januari 2021yang lalu.

Surat Panggilan kepada kedua wartawan yang ditandatangani oleh Kasat Reskrim AKP I Kadek H. Cahyadi, SH, SIK, MH untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi itu, dilayangkan oleh Polres Pelabuhan Belawan tertanggal 29 Januari 2021. Dimana di dalam surat panggilan tersebut, kedua wartawan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pengancaman sebagaimana diatur di dalam Pasal 335 KUHP.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Juru Periksa (Juper) Polres Pelabuhan Belawan Aipda AE.  Dalimunthe itu berlangsung selama sekitar 2 jam. "Kami diperiksa oleh Pak Dalimunthe selama 2 jam. Kami diajukan pertanyaan oleh penyidik sebanyak 13 pertanyaan", ujar Armen Tanjung, salah seorang wartawan terperiksa kepada suaraburuhnasional.com di kantor Belawan Pers Club (BPC) di Jalan Selebes Gang 11 Kelurahan Belawan II, usai menjalani pemeriksaan.

Dilansir awak media, Armen didampingi Z. Limbong (juga wartawan terperiksa) dan Ketua BPC Irwan S Pane mengatakan bahwa selama dalam pemeriksaan di ruang Juper tersebut, berlangsung dalam suasana yang santai dan interaktif.

"Selama diperiksa, suasananya santai. Dan saya minta kepada Juper agar di dalam kasus pengancaman ini, tidak hanya diterapkan peraturan KUHP tapi juga  dimasukkan Undang Undang Tentang PERS. No. 40 Tahun 1999, dimana di dalam Undang Undang itu disebutkan, bagi siapa saja yang menghalang-halangi tugas Pers, akan dapat dipidana 2 tahun penjara atau denda Rp 500 juta", ujar Armen.

Sementara itu, Ketua BPC Irwan S Pane berharap agar kasus pengancaman terhadap 2 orang anggotanya ini terus difollow up oleh Polres Pelabuhan Belawan. "Kasus pengancaman terhadap wartawan yang sedang menjalani tugas jurnalistik ini adalah merupakan sesuatu hal yang sangat kita sayangkan. Kita berharap agar pihak Polres Pelabuhan Belawan dapat menjadikan kasus ini sebagai atensi untuk terus ditindaklanjuti. Jangan berhenti di tengah jalan",ujar Ketua BPC tegas.




Terkait dengan dugaan kasus pengancaman terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas dan sudah mulai berproses di kepolisian ini, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M. Dayan SH masih belum berhasil dikonfirmasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang oknum pengusaha kapal perikanan bernama Ahu, diduga melakukan pengancaman terhadap 2 orang wartawan yang hendak konfirmasi kepadanya. Kedua wartawan, yakni Armen dan Ganden, keduanya dari media online, ketika itu ada menemukan sebuah bangunan Gudang di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan yang diduga kuat tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). 

Saat dikonfirmasi, Ahu yang disebut-sebut sebagai pemilik bangunan tersebut tidak mau memberikan keterangan dan malah mengancam wartawan akan dikampak. Sehingga atas dugaan pengancaman itu, kedua wartawan bersama organisasinya, yakni BPC, membuat surat laporan kepada Polres Pelabuhan Belawan. (Nelson/Tim)

No comments