Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Jabatan Wagub Aceh Itu dari Rakyat Untuk Rakyat, Bukan Kekuasaan Warisan

Nagan Raya | suaraburuhnasional.com - Semua pihak di Aceh, termasuk masyarakat Aceh di luar Aceh mengharapkan pengisian sisa masa jabatan Wa...




Nagan Raya | suaraburuhnasional.com - Semua pihak di Aceh, termasuk masyarakat Aceh di luar Aceh mengharapkan pengisian sisa masa jabatan Wakil Gubernur Aceh segera diisi. Tetapi tiba-tiba hari ini, Senin, 8 Februari 2021, tersebar pula di sosial media jika PNA telah menerbitkan tambahan rekomendasi balon wagub satu lagi atas nama M. Zaini Yusuf, yang merupakan adik kandung Irwandi Yusuf.

 “Bagi masyarakat dan kami sendiri sebagai orang yang bekerja keras memenangkan Irwandi-Nova pada Pilkada 2017, telah memberikan masukan agar cawagub tunggal PNA itu yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam urusan pemerintahan, pembangunan, memiliki legitimasi sosial yang mengakar, juga bukan cawagub karbitan dan abal-abal. Dan kriteria itu ada pada diri Muhammad Nazar mantan Wagub Aceh,”kata Cut Man.

Meburutnya, berpolitik dan berpartai adalah untuk kemajuan Aceh, karena itu memasang badan dan berkorban memenangkan Irwandi-Nova dulu untuk Aceh hebat, pembangunannya harus lebih maju dan perdamaiannya terjaga.

Kedua mereka menang dari suara rakyat. Kalau jumlah suara pengurus atau kader partai-partai pengusung, apalagi jika sekedar suara dari keluarga Irwandi-Nova misalnya, maka saya jamin tak akan mungkin mereka bisa menang.

Cut Man meminta pimpinan PNA yang akan mengambil keputusan di tingkat MTP maupun DPP untuk tidak melupakan prinsip demokrasi dan aturan hukum.  “Dalam demokrasi dan undang-undang, jabatan apapun, termasuk jabatan wagub Aceh bukanlah suatu warisan keluarga. Bukan dari keluarga dan bukan untuk keluarga. Bahkan bukan dari partai dan bukan untuk partai. Artinya wagubnya nanti tidak mesti dari keluarga Irwandi-Nova dan tidak wajib dari internal partai-partai pengusung,”ujarnya 

Cut Man menginginkan PNA dan eks relawan Irwandi khsususnya, untuk tidak salah kaprah melihat posisi dan tujuan jabatan wagub itu. Untuk kondisi Aceh saat ini dan masa jabatan yang tidak terlalu lama, memang pilihan figur yang tepat untuk itu adalah Muhammad Nazar mantan wagub. 

Beliau itu sudah sangat teruji, tidak perlu magang lagi. Apalagi ia dan jaringan pendukungnya juga mengerahkan suara masyarakat pendukungnya dan jaringannya termasuk di Nagan raya untuk memenangkan Irwandi Nova. Karena beliau sendiri tidak maju waktu Pilkada 2017 lalu.

Kemunculan M. Zaini memang sangat menganggu proses finalisasi calon tunggal yang ditunggu-tunggu masyarakat. Malah dari tiga balon wagub yang hendak difinalkan dalam minggu pertama Februari ini sesuai dijanjikan Sekjen PNA, bertambah pula satu lagi. Sekarang jadi empat. Ini kacau juga, masyarakat bisa menilai tingkat konsistensi pimpinan dan cara berpolitik PNA. Ini kita sesali dan prihatinkan.

Tetapi sekali lagi, meskipun nama M. Zaini tiba-tiba dimasukkan, bahkan berbanding nama figur-figur lain yang beredar dalam isu pengisian jabatan wagub Aceh sejak November tahun lalu, yang paling layak dari segala sisi tetap saja Muhammad Nazar. 

Ia tidak perlu dikarbit. Beliau adalah produk dan aset sudah jadi, tinggal pakai. Demi kepentingan Aceh ya Muhammad Nazar harus diberikan kepercayaan oleh PNA maupun partai-partai pengusung lain untuk mengisi sisa masa jabatan wagub Aceh. 

Cut Man sendiri merupakan, Ketua DPW PNA Kab Nagan Raya, Ketua Sekber sektariat bersama pemenangan Irwandi-Nova yang beranggotakan seluruh partai pengusung, partai pendukung dan lemabaga lembaga relawan, mantan wakil panglima TNA Meulaboh Raya, mantan anggota DPRK Nagan Raya 2014-2018. (Dia)

No comments