Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Persoalan Aset Desa Gunong Sapek yang Selama Ini Jadi Persoalan Telah Dikembalikan dan Diserah Terimakan

Nagan Raya | suaraburuhnasional.com - Informasi diterima Jumat, 12 Februari 2021 melalui Kepala Desa (Keuchik) Desa Gunong Sapek Kecamatan T...




Nagan Raya | suaraburuhnasional.com - Informasi diterima Jumat, 12 Februari 2021 melalui Kepala Desa (Keuchik) Desa Gunong Sapek Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya M Nur terkait persoalan aset Desa yang selama ini menjadi persoalan telah menemui titik terang karena telah diserah terimakan. 

M Nur menceritakan, sejak dirinya menjadi Kepala Desa, oleh Kepala Desa yang lama masih terdapat sejumlah aset belum diserah terimakan kepada dirinya. Sehingga persoalan tersebut sempat menjadi polemik berkepanjangan didalam Desa. 

Sejak dirinya menjadi Kepala Desa (Keuchik) M Nur berupaya untuk mengembalikan aset tersebut. Karena jumlahnya mencapai ratusan juta. Selain itu, dirinya mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan dilema dalam desanya. 

Sejumlah aset yang sudah diserahkan oleh M Jakfar, Kamis, 11 Februari 2021 di Aula Kantor Camat Tadu Raya Kabupaten Nagan raya meliputi,  surat lapangan bola, surat polindes/Pustu, akta tanah kantor Keuchik lama, surat meunasah, leptop, printer, uang honor dua triwulan.

Menurut M Nur, jumlah aset tanah dan bagunan Gampong Gunong sapek yang sudah di kembalikan M Jakfar mencapai RP 500.000.000,-. Penyerahan aset desa yang sudah lama tidak ada penyelesaian sudah bertahun tahun kita upayakan untuk penyelamatan aset desa Gunong Sapek agar kedepan bisa di manfaatkan bagi generasi penerus kedepannya," ujar M Nur. 




Kendati demikian, M Nur mengaku masih ada  yang belum di serahkan M Jakfar. Yakni surat tanah dan bangunan TPA, yang di beli kepada Ansari. Apabila diuangkan jumlahnya lebih kurang 200 juta. Dirinya berharap, agar aset yang belum dikembalikan ke Desa, dapat segera dikembalikan. Sehingga, tidak lagi menjadi buah bibir didalam Desa. 

"Dalam hal aset desa kita perlu untuk meluruskan dan penjelasan yang fositif  agar generasi kedepan  mudah untuk digunakan kepentingan umum baik itu tanah, kebun, dan bangunan dapat di jaga dengan rasa memiliki, dan yang sangat penting masyarakat mau  untuk memelihara aset tersebut  demi masa depan bersama yang lebih baik," kata Keuchik M Nur. (Dia)

No comments