Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Suami Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Hidup, Istri Nekat Bakar Rumah

Batu Bara | suaraburuhnasional.com - Kota Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara sempat dihebohkan dengan terbakarnya tiga rumah dan mengkhawatir...




Batu Bara | suaraburuhnasional.com - Kota Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara sempat dihebohkan dengan terbakarnya tiga rumah dan mengkhawatirkan seluruh pemukiman Pesisir Pantai Tanjung Tiram yang berjumlah ribuan rumah penduduk yang semi permanen dan rumah kayu pada Selasa malam dua pekan lalu.

Fitri (34) warga Desa Boga, Kecamatan Tanjung Tiram, Kab. Batu bara, sangat kesal dengan suaminya yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sehingga nekat membakar rumahnya dan menghanguskan 3 rumah. Dilansir, menurut keterangan warga  dan tetangga tersangka Fitri, istri kerap sekali memarahi suami saat pulang ke rumah dan selalu meminta cerai karena tidak mencukupi kebutuhan rumah tangganya , sehingga sering sekali meminta agar rumah dijual dan harta gono-gini bisa dibagi, namun suami tidak mau memenuhi keinginan istri tersebut. Karena kesal dengan jawaban sang suami yang tidak mau menceraikannya dan tak ingin anak anak kelak menjadi korban kesusahan, Fitri yang sudah dirasuki iblis nekat membakar rumahnya.

Menurut kerangan yang dihimpun dalam investigasi dua pekan yang lalu saat kejadian kebakaran di Desa Boga Tanjung Tiram salah seorang warga berinisial Fs mengatakan, "sempat 2 kali Fitri membakar rumahnya, yang pertama pada sore hari, Fitri membakar gorden rumahnya namun diketahui suaminya hingga niatnya gagal, kalau sempat rumahnya terbakar dan saat itu angin bertiup sangat kencang, sudah bisa dipastikan akan bisa membakar seluruh rumah yang ada di desa ini karena kebanyakan rumah nelayan terbuat dari bahan kayu,"ungkap Fs.

Lanjutnya,"kedua kalinya Fitri melakukan aksi pembakan rumahnya pada pukul 19.00 Wib dengan membakar kasur tidurnya hinga terjadi kebakaran besar yang menyebabkan hangusnya 2 rumah dilalap si jago merah dan satu rumah sengaja kami hancurkan untuk menghambat api agar tidak menjalar ke rumah warga lain disini, tenyata kami masih dilindungi yang Maha Kuasa sebab angin pada malam itu tidak bertiup kencang dan kami warga boga seluruhnya secara bergotong royong memadamkan api,"ujar Fs.

Sementara dalam keterangan pres realse pada pada Senin (1/3), Fitri mengakui perbuatanya,"saya memang sengaja membakar rumah dan saya tidak menyesal dan dalam keadaan normal melakukanya,"tutur Fitri dengan gampang saat menjawab pertanyaan awak media. (Nelson/Bm)

Tidak ada komentar