Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Tiga Tersangka Oknum Anggota LSM Penjara Segera Disidangkan, Terancam 6 Tahun Penjara

Sidikalang | suaraburuhnasional.com - Kiprah dan kinerja Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (...




Sidikalang | suaraburuhnasional.com - Kiprah dan kinerja Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (DPC LSM-PENJARA) Kabupaten Dairi, Sumatera Utara yang gencar mengungkap dugaan korupsi dan termasuk penggunaan Dana Desa, kini mulai redup. Pasalnya tiga oknum yaitu Ketua dan anggota LSM tersangkut kasus penganiayaan terhadap seorang kakek renta MS (81) di Dusun Kaban Dollong, Desa Kentara, Kecamatan Lae Parira.

Ketiganya RS, Ketua DPC LSM-PENJARA dan dua anggota JS dan SS, mereka akan segera dituntut di muka persidangan di Pengadilan Negeri Sidikalang. Para tersangka dituntut sesuai pasal.170 ayat (1) KUHP, subsider pasal 351 Ayat (1), junto pasal 55 KUHP dengan ancamam hukuman enam tahun kurungan.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidikalang, Syahrul J Subuki, S.H, M.H mengatakan untuk berkas perkara para tersangka di split dalam tiga berkas sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor : K/03/I/2021/Res.1.6 tanggal 19 Januari 2021, SPDP Lanjutan Nomor : K/17/I/Res.1.6/2021 tanggal 29 Januari 2021 atas nama SS dan JS, serta SPDP  Nomor : K/26/II/Res.1.6/2021 tanggal 12 Februari 2021 atas nama RS alias JS.

Syahrul menjelaskan, setelah penyerahan tahap kedua dari penyidik Polres Dairi dilakukan beberapa waktu lalu, kini Jaksa penuntut Umum (JPU) sedang menyiapkan surat kepada PN Sidikalang untuk meminta pemberitahuan jadwal persidangan.

"Penyerahan tanggungjawab atas para tersangka dan barang bukti dari Penyidik Polres Dairi sudah dilaksanakan. Saat ini kami sedang mengajukan surat ke PN Sidikalang untuk jadwal persidangan," ujar Kajari menjelaskan.

Menurut Syahrul dalam persidangan nanti di pengadilan atas kasus penganiayaan itu, penuntut yakin dan cukup memiliki barang bukti bahwa para tersangka betul-betul telah melakukan tindak pidana sesuai yang dituduhkan. "Soal pembelaan para tersangka, silakan nati di persidangan dibuktikan," imbuhnya.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari laporan polisi MS didampingi Kepala Desa Kentara Kecamatan Lae Parira, Mangido Pasu Togatorop  di Mapolsek Silimapungga-pungga di Parongil. Namum akhirnya kasus langsung diambil alih oleh Penyidik Polres Dairi. 

Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting, SIK dalam konfrensi pers di ruang lobby Polres Dairi, Senin (15/2) lalu mengatakan kronologi peristiwa tindak pidana yang dilakukan para tersangka terjadi pada Senin (11/1/2021), sekira pukul.21.00 Wib di Dusun Kaban Dollong, Desa Kentara. 

"Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara bersama sama terhadap korban MS (81), tepatnya di warung milik Hendro Sihombing dengan tersangka RS Alias Jeki Sihombing menyuruh tersangka JS dan SS untuk melakukan penganiayaan secara bersama sama terhadap korban MS. RS berkata kepada JS dan SS dengan kata “hantam”," ujar Kapolres.

Ferio Sano Ginting alumni SMA-Plus Soposurung tahun 1998 itu menambahkan, tersangka SS dan JS menjemput korban MS menggunakan mobil Toyota Rush Nomor Polisi Z 1585 AS dari kediamannya dan membawa korban menuju ketempat kejadian perkara (TKP) di Warung milik Hendro Sihombing.

Kemudian tersangka SS menarik kerah belakang baju korban hingga ke halaman warung Hendro Sihombing dan mengakibatkan korban terjatuh. Sedangkan tersangka JS bersama SS menggunakan tangan kiri meninju mulut korban sebanyak 4 kali dan setelah itu korban terjatuh posisi telungkup kemudian mendendang korban mengakibatkan tangan dan punggung korban terluka. 

Dalam kasus itu, penyidik mengamankan barang bukti (BB), 1 potong baju kaos, 1 potong celana pendek, 1 unit mobil Toyota Rush Nomor Polisi Z 1585 AS, 1 lembar STNK atas nama Rejeki Sihombing dan 1 unit kunci kontak. (Clara)

No comments