Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Yonmarhanlan I Ikuti Apel Gelar Kesiapan Antisipasi Bencana Alam Karhutla Provinsi Sumut Tahun 2021

Medan | suaraburuhnasional.com - Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) I dipimpin oleh Danton 1 Kompi A Letda Budi s...




Medan | suaraburuhnasional.com - Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) I dipimpin oleh Danton 1 Kompi A Letda Budi sukardi mengikuti apel gelar kesiapan antisipasi bencana alam Karhutla Provinsi Sumut Tahun 2021 di lapangan KS. Tubun Mako Polda Sumut Jl. Sisingamangaraja Tanjung Morawa. Selasa (23/03/2021).

Pelaksanaan apel gabungan pencegahan kebakaran hutan tersebut dipimpin Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, dihadiri Gubernur Sumatra Utara diwakili Staf Ahli bidang Ekbang, Pangdam I BB, Kapoldasu, Danlantamal I, Pangkosekhanudnas, Yonmarhanlan I, Brimob Polda Sumut, Shabara Polda Sumut, BPBD Sumut, Pemadam Kebakaran, Basarnas Sumut, Polisi Kehutanan Sumut. Bupati Tapanuli Selatan, Dandim Tapanuli Selatan, serta PJU Polda Sumut.

Rangkaian kegiatan di awali dengan persiapan pasukan, komandan apel memasuki lapangan apel, laporan perwira apel, pimpinan apel tiba di tempat penghormatan pasukan, laporan komandan apel kepada pimpinan apel, amanat pimpinan apel, laporan komandan apel kepada pimpinan apel bahwa apel telah dilaksanakan, penghormatan pasukan kepada pimpinan apel, doa,dan dilanjutkan pemeriksaan kelengkapan pasukan.

Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto membacakan amanat Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mengatakan Sumatera Utara memiliki daratan seluas 7,2 hektar dengan hutan seluas 3,7 juta hektar dan lahan gambut seluas 261 hektar. "Di Sumut juga memiliki potensi dalam menyimpan karbon yang berada di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Palas, Paluta, Madina, Dairi, dan Asahan," ucapnya. 

Lebih lanjut Dadang mengungkapkan, sebahagian kebakaran hutan terjadi selain faktor alam dikarenakan faktor manusia baik disengaja maupun karena motif ekonomi. Seperti melakukan pembukaan lahan atau karena kelalaian. "Sejak 2015 kebakaran hutan menjadi perhatian Presiden Joko Widodo yang selalu memberikan arahan khusus dalam penanganan karhutla," tandasnya.

Pada 2020, Dadang menuturkan kebakaran hutan sudah semakin terkoordinasi dimana jumlah kebakaran hutan mengalami penurunan dan tidak menimbulkan polusi udara lintas batas negara. "Kita patut bersyukur pada 2020 telah terjadi penurunan jumlah 89 titik hotspot  di Sumut dikarenakan banyaknya curah hujan. Di mana pada 2019 terdapat 120 titik hotspot," tuturnya sembari menambahkan titik hotspot terdapat di Kabupaten Tapteng, Tapsel, Madina, Taput, dan Palas. 






"Polda Sumut telah mengambil langkah-langkah strategis dalam hal penanganan karhutla. Kita telah prioritaskan upaya pencegahan karhutla melalui konsolidasi dan koordinasi antara TNI, Pemda se tempat, BMKG, dengan menerapkan kemajuan teknologi seperti modifikasi cuaca," sambungnya Dadang.

"Kita juga mengoptimalkan Satgas terpadu mendirikan poskotis lapangan serta mengadakan pelatihan dan apel bersama dengan masyarakat yang peduli api dan penindakan hukum. Mari kita berikan edukasi dan sosialisasi terus menerus kepada masyarakat dan perusahaan dengan menekankan korporasi untuk wajib mematuhi regulasi terkait kebakaran hutan di Sumut," terangnya. 

Usai menyampaikan amanat itu, Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto bersama pejabat yang hadir dalam pelaksanaan apel gabungan melakukan pengecekan kesiapan personil dan sejumlat alat dalam mengantisipasi kebakaran hutan. (Nelson Srg)

No comments