Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Yunasril Apresiasi Pelebaran Jalan Ibu Kota Sergai

Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com - Proses pelebaran jalan besar kota Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Se...




Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com - Proses pelebaran jalan besar kota Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sepanjang 6,5 Km terus digebut.Jalan ini merupakan jalan utama ibukota kabupaten Sergai. Terlihat Tim petugas pengukuran dari Dinas PUPR bersama BPN Sergai terus melakukan pengukuran sejak hari Senin,22 Maret 2021kemarin.

Salah satu Tokoh Masyarakat Sergai Yunasril, SH, M.Kn saat bersama Tim Pengukuran Pelebaran Jalan Pemkab Sergai, Rabu (24/3/2021) kepada wartawan menyampaikan, bahwa langkah Pemkab Sergai untuk melakukan pelebaran jalan tentunya langkah strategis yang patut kita dukung. 

Langkah ini juga dapat memberikan dampak positif baik secara ekonomi bagi percepatan perputaran roda ekonomi di tengah-tengah Ibu Kota Kabupaten Sergai yang terletak di Kota Sei Rampah. "Pada prinsipnya masyarakat sangat antusias dengan pelebaran jalan ditengah-tengah pusat Ibu Kota Kabupaten Sergai di Sei Rampah," ungkap Yunasril.

Untuk itu sambung Yunasril, agar proses pembebasan lahannya berjalan dengan baik, maka Pemkab Sergai sudah mengalokasikan anggarannya di Tahun 2021 ini. "Setelah proses pembebasan lahannya selesai, tahap selanjutnya Pemerintah Pusat di Tahun 2022 akan segera melakukan pembangunannya," terangnya.




Menurutnya, dengan adanya pembangunan pelebaran jalan di Kota Sei Rampah ini masyarakat diuntungkan, demi terciptanya wajah baru Ibu Kota Kabupaten Serdang Bedagai yang ada di Sei Rampah. "Jadi bagi masyarakat yang tanahnya terkena pembangunan pelebaran jalan agar sama-sama mendukung program Pemkab Sergai," ujar Yunasril.

Sementara itu, Ketua Tim Pengukuran Sergai Ariston Batubara mengakui bahwa proses pengukuran pelebaran jalan ini dilaksanakan sejak hari Senin tanggal 22 Maret 2021 kemaren hingga 11 hari mendatang. "Dalam proses pengukuran tanah ini kendala yang dihadapi ada sebagian masyarakat yang tidak memperlihatkan surat tanahnya. Namun sejauh ini pengukuran tanah berjalan lancar," sebutnya. (Hery)

Tidak ada komentar