Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Anggota Satpol PP Korban Penganiayaan Pengunjuk Rasa Lapor ke Polres Dairi

Sidikalang ǀ suaraburuhnasional.com - David Banurea (20) anggota Satpol PP Pemkab Dairi jadi korban penganiayaan saat sedang melaksanakan tu...




Sidikalang ǀ suaraburuhnasional.com - David Banurea (20) anggota Satpol PP Pemkab Dairi jadi korban penganiayaan saat sedang melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamanagaraja, Kecamatam Sidikalang, Selasa (20/4/2021). Akibat penganiayaan itu, dia mengalami luka bekas cakaran pada bagian wajahnya.

Hal itu diketahui wartawan, saat korban David Banurea membuat laporan ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Dairi, pada Selasa malam sekira pukul 22.00 WIB.

Dituturkan korban, kasus penganiayaan yang dialaminya saat satu orang pengunjuk rasa naik diatas pagar dan anggota Satpol PP lainya menarik dan menurunkannya dari atas pagar. Selanjutnya masa pengunjuk rasa mendorong dan merobohkan pagar Kantor Bupati. “Tiba-tiba wajah saya dicakar oleh seorang pengujuk rasa yang saya tidak ketahui namanya. Orang tersebut ciri-cirinya gendut dan memakai baju putih garis-garis,”sebutnya.

Atas penganiayaan itu, korban meminta keadilan dan pelaku penganiayaan bisa ditangkap. “Malam ini saya membuat pengaduan ke Polres Dairi, agar pelaku penganiayaan segera ditangkap,” ucap David sambil menunjukan bekas luka cakaran di wajahnya kepada wartawan.

Sementara Kepala Satpol PP Dairi, Eddy Banurea yang ikut mendampingi korban saat diminta tanggapannya terkait penganiayaan yang terjadi pada anggotanya mengatakan, anggota Satpol PP hanya menjalankan tugas. Jadi, janganlah sampai di cederai. “Masing-masing kita kan punya keluarga, kalau anak kita sedang bertugas di buat orang seperti itu pasti kita tidak akan terima,” ujarnya.

Kalau pun mau menyampaikan aspirasi, kata Eddy tetaplah dalam koridor yang berlaku. Karena anggota Satpol PP hanya melaksanakan tugas, jangan dianggap menjadi musuh. “Kita tidak punya keterkaitan apa-apa dengan kepentingan para pengunjuk rasa, jadi tolong saling menghargai,” ucap Eddy seraya menyebutkan, anggota Satpol PP yang melaksanakan tugas dilindungi undang-undang.

Ditambahkannya, unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi itu sah-sah saja, namun jangan sampai bertindak anarkis. Selain laporan penganiayaan, Pemkab Dairi melalui bagian umum juga melaporkan kasus pengerusakan pagar Kantor Bupati yang dilakukan para pengunjuk rasa ke Polres Dairi. (Clara)

No comments