Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


MUI Provsu Kukuhkan Dewan Pimpinan dan Komisi MUI Tebing Tinggi Masa Khidmat 2020 - 2025

Tebing  Tinggi | suaraburuhnasional.com - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) mengukuhkan Dewan Pi...




Tebing  Tinggi | suaraburuhnasional.com - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) mengukuhkan Dewan Pimpinan dan Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebing Tinggi Masa Khidmat 2020 - 2025 di Gedung Pertemuan Balai Kartini Jalan Gunung Leuser  Kota Tebing Tinggi, Sabtu (10/4/2021).

Pengukuhan tersebut dihadiri Wali Kota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, Kapolres AKBP Agus Sugiyarso, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution, Forkopimda dan Ormas Islam. 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuhan, MM mengucapkan terima kasih kepada pengurus MUI atas kepemimpinan yang lama karena sudah mampu dan bisa mengangkat masyarakat Kota Tebing Tinggi menjadi lebih baik. Selamat kepada pengurus MUI yang baru, saya sangat yakin MUI bisa bekerja dengan baik mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ungkapnya. 

Untuk mencapai keberhasilan disebuah organisasi seperti MUI lanjut Wali Kota, harus punya konsep kerja jangka pendek dan jangka panjang. MUI harus sering menggelar rapat, mesin organisasi harus berjalan dengan baik. "Susunlah hal-hal yang mau dikerjakan, karena MUI adalah wujud untuk mempersatukan umat,"jelasnya.

Ditambahkan Wali Kota, kemiskinan di Tebing Tinggi harus menjadi pertimbangan dan prioritas MUI dalam membangun dan meningkatkan masyarakat yang mempunyai tingkat ekonomi lebih baik. Selain itu, MUI juga harus membangun program ketaqwaan anak serta meningkatkan ekonomi syariah," pintanya. 






Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara H. Maratua Simanjuntak mengajak untuk menteladani ulama- ulama terdahulu. Pelantikan MUI saat ini, pengurus harus menggunakan kain sarung, ini untuk menjaga tradisi ulama- ulama terdahulu, karena kita harus menyesuaikan pakaian dengan perbuatan kita. 

Peran MUI, pertama dilandaskan dengan agama dan tegakkan ibadah, dibidang ekonomi, ramadan ini akan dimulai dengan desa wisata Ramadhan. Hanya boleh menjual produk dalam negeri dan tidak boleh dari luar negeri, juga harus ada nilai ibadahnya. 

Sedangkan bidang sosial MUI bisa mewujudkan menjadi pelayan umat. Ulama bisa memberikan tuntunan kepada pemerintah, apabila ada yang harus diluruskan, ulama adalah panutan bagi umat,"ujarnya. (AH)

No comments