Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


PT Inalum Persero Berikan Bantuan Melalui Program CSR Pada Pengelola Teh Moringga dan Madu di kab. Toba

Toba ǀ suaraburuhnasional.com - Teh Moringga ini yang berasal dari daun Kelor, yang memiliki nama bahasa Latin Moringga Oleifera. "Teh ...




Toba ǀ suaraburuhnasional.com - Teh Moringga ini yang berasal dari daun Kelor, yang memiliki nama bahasa Latin Moringga Oleifera. "Teh daun kelor ini banyak kaya akan kandungannya yang baik, dan juga dapat bermanfaat bagi tubuh manusia yang mengandung flavonoid sebagai antioksida dan anti inflamasi, zat besi Kalsium, Kalium, Magnesium, dan kaya Vitamin, seperti Vitamin A, Vitamin B6 dan Vitamin C.

Pemilik produk organik teh Moringga ini bernama Saulus Silaban yang tinggal berada di Kabupaten Toba. Teh Moringga ini masih belum dikenal oleh kalangan masyarakat sepenuhnya. Saulus Silaban awal mulanya cara pengelolaan Teh Moringga ini sangat susah dan banyak masyarakat tidak mengetahui apa artinya Teh Moringga ini. Setelah terjadinya pengelolaan produk teh Moringga ini siap untuk dipasarkan, maka masyarakatpun sudah semakin tahu banyak yang mengetahui tentang teh Moringga ini. 

Saulus Silaban selaku pengusaha produk teh Moringga ini, awalnya pengerjaannya melalui manual dengan cara yang sangat organik sehingga teh Moringga ini dapat menjadi teh herbal bagi untuk masyarakat pencipta teh Moringga tersebut.  

Cara mengerjakan teh Moringga Daun Kelor ini, antara lain, sesudah panen daun kelor ini harus dicuci terlebih dahulu, dan setelah dicuci lalu dijemur dalam waktu empat sampai tujuh hari. Setelah kering betul betul  daun kelor ini akan disangrai secara manual hingga menjadi bubuk teh Moringga yang siap untuk diperjual belikan dipasaran. 

Selain menjual teh Moringga ini, produk organik lainnya yang terbuat dari jamur tiram ini, produk tersebut adalah stik dan kembang loyang jamur tiram dengan berbagai jenis bermacam rasa. Produk usaha yang dikelolah oleh Saulus Silaban ini, dibantu melalui program CSR PT Inalum (Persero) dalam pengembangan usaha bentuk kemitraan kerjasama UMKM dalam binaan usaha Teh Moringga ini. Selain itu juga usaha Teh Moringga ini agar bisa dapat bertahan dalam masa pandemi Covid 19 ini. 

Begitu juga dengan usaha Madu melalui pemilik Jerni Kartika Manurung, sampai saat ini masih dapat berjalan dengan baik dalam produk kemasan Madu Mauas dalam binaan kerjasama melalui PT Inalum (Persero), dengan omzet yang sangat meningkat dalam masa pandemi Covid 19 ini, telah menghasilkan sebanyak 80 kilogram perbulan dengan artinya omzet bersekitar 50 juta.

Sejak pemerintah pusat mengumumkan masa pandemi Covid 19 ini, agar masyarakat tetap berjaga - jaga tentang pada kesehatan tubuh dianjurkan tetaplah bisa dapat membeli makanan yang berkhasiat tinggi untuk kesehatan pada tubuh kita seperti kita meminum Madu supaya daya tubuh kita ini  jangan murah terserang penyakit, dan tetaplah selalu menjaga kondisi kesehatan tubuh kita masing masing, Ujar Jerni Kartika Manurung.

Begitu juga perjalanan usaha Madu Mauas ini yang dikelola oleh Jerni Kartika Manurung beserta keluarganya. Bahwa Madu ini dikenal dengan nama Madu Mauas yang artinya madu ini berasal dari Spesies Lebah Liar (Apis Cerana). Madu ini Sangat selektif dalam memilih supaya terhindar dari konsumsi madu oplosan. Bahkan omzet terjualnya madu ini bersekitar 40 Sampai 50 kilogram dengan jumlah bersekitar 10 - 25 juta rupiah perbulan.

Warna madu lebah ini sangat berbeda - beda tergantung dari jenis makanan yang dimakannya. Madu Mauas ini dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari ukuran 250 gram hingga satu kilogram perbotol. Bagi masyarakat yang peminat Madu Mauas ini,  agar supaya tidak tertipu dalam membelinya, bisa dilihat dengan baik  kadar madunya dengan ukuran kadar airnya tidak lebih dari 22 %. 

Jernika kartika Manurung, telah bermitra dengan hubungan masyarakat PLTA yaitu melalui PT Inalum (Persero) sejak pada tahun 2019, bahkan Jernika Kartika Manurung, telah diberi bantuan pinjaman modal sebesar 15 juta dengan biaya administrasi sebanyak 3% yang untuk dia gunakan untuk membeli stok madu dari para petani.

Bahkan rencana Jerni Kartika Manurung kedepannya, akan membuat rumah produksi ternak lebah madu sendiri,”ujarnya. Selain madu asli yang dikelola Jerni Kartika Manurung, dirinya juga menjual produk olahan madu yaitu kukis. (Octa)

No comments