Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Warga Keluhkan Sampah Pasar di Tengah Kota, Jorok dan Berbau Busuk

Tanjung Beringin | suaraburuhnasional.com - Persoalan sampah di Pasar Tradisional Tanjung Beringin belum juga tuntas, sejumlah pengguna jala...




Tanjung Beringin | suaraburuhnasional.com - Persoalan sampah di Pasar Tradisional Tanjung Beringin belum juga tuntas, sejumlah pengguna jalan mengeluhkan bau menyengat dari tumpukan sampah di pinggir jalan Merdeka, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. 

Tumpukan sampah di tepi jalan itu terus saja menumpuk setiap harinya menjadi pemandangan sehari-hari. Sampah yang dibuang tersebut beraneka macam jenis sampah baik itu organik dan anorganik bercampur sulit dipilah. Sisa limbah dari ayam potong dan bangkai tikus serta kotoran lainnya dibuang bercampur baur dengan sampah lainnya di lokasi pinggir jalan tersebut.  

Menurut warga setempat, mengatakan, kondisi sampah seperti itu sudah berlangsung sejak lama. Tak heran bila bau sampah di jalan Merdeka ini tercium hingga 10-20 meter dari sumber sampah. Apalagi bila turun hujan, rasa menyengat bau busuk semakin tajam menusuk di hidung, Rabu (14/4/2021).

Banyak masyarakat yang melintas di jalan tersebut mengeluhkan aroma busuk. Selain letaknya tidak cocok karna berada di tengah kota yang merusak pemandangan, serta letaknya berada di pemukiman padat penduduk.

Sementara salah seorang pedagang pasar mengatakan semenjak TPA pindah di Kecamatan Dolok, sampah yang sekarang ini semakin lama di pindahkan sampai berhari-hari. Hai ini disebabkan jarak tempuh mobil sampah sudah semakin jauh.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM LPPAS-RI Sergai Arifin Tambunan melalui Sekretarisnya Jais Harahap kepada media mengatakan, seharusnya pemerintah Serdang Bedagai lebih fokus lagi dalam menangani sampah yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin, terutama sampah yang berasal dari pasar tradisional.

Dalam hal ini salah satunya armada pengangkut sampah. Karena armada yang ada saat ini mungkin sangat terbatas untuk mengangkut sampah pasar sampai dua atau tiga kecamatan untuk satu armada.





"Diharapkan pemerintah dapat menyediakan satu armada untuk satu kecamatan, sehingga petugas kebersihan dapat lebih maksimal dalam bekerja, karena sampah yang dibiarkan lama akan menjadi sumber bibit penyakit,"ujarnya.

Selain itu, pemerintah diminta lebih cepat menyelesaikan mengenai pemindahan lokasi pasar tradisional yang sebelum sudah direncanakan oleh Dinas Pasar Sergai, sebab Pasar Tradisional Tanjung Beringin terlihat sembraut,”pungkas Jais.

Dari pantau media di lokasi sampah mengandung air tersebut juga sudah dipenuhi ulat (belatung) dan banyak lalat. Selain itu saluran air di pasar tradisional itu tumpat dan melimpah ke badan jalan. (Hery)

No comments