Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Warga Penerima BLT UMKM Kecewa, Pengurusan ke BRI Dibuat Bolak- Balik

Sei Rampah | suaraburuhnasional.com - Pembagian dana Bantuan Langsung Tunai untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (BLT UMKM) atau Bantuan Produkt...




Sei Rampah | suaraburuhnasional.com - Pembagian dana Bantuan Langsung Tunai untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (BLT UMKM) atau Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021,sebesar Rp.1,2 juta yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Sei Rampah di Ruko ABC Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten  Serdang Bedagai (Sergai) menimbulkan kekecewaan bagi banyak penerima sebagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Sergai. 

Hal ini dialami oleh Asmawati (33) warga Dusun I Desa Pelintahan Kecamatan Sei Rampah, sudah bolak- balik datang ke BRI Sei Rampah ini hanya untuk mengambil formulir sejak, Jum’at (16/4/2021) pukul 06.00 Wib sudah sampai, namun oleh security di BRI disuruh pulang karena ini hari terbatas pemberian formulirnya. 

Padahal, saya sudah antri dari pukul 06.00 Wib Wib belum buka lagi kantor BRI hingga pukul 11.00 Wib, eh malah disuruh pulang. “Antrinya sudah berjam-jam menunggu dibawah tering Matahari. Tidak dipikir pihak BRI Sei Rampah itu bahwa ini adalah Bulan Suci Ramadhan, sungguh teganya mereka membiarkan saya yang jauh-jauh menunggu tapi yang diterima hanya kekecewaan belaka. “Sedih benar menjadi orang tak punya ini,"ungkap Asmawati saat menunggu di halaman BRI Sei Rampah, Senin (19/4/2021).
 
“Terus terang saya sangat kecewa dengan pelayanan BRI Sei Rampah dalam penyaluran bantuan dana untuk pelaku usaha yang dinilai telah banyak mengecewakan pelaku usaha yang sudah sejak Subuh antri,tapi toh disuruh pulang lagi untuk datang pada Selasa (20/4), seolah-olah sesuka hati mereka saja membuat jadwal dan menyuruh kami pelaku usaha yang membutuhkan dana tersebut.” 

Mungkin saja pelayanan tersebut agak berbeda diberikan kepada pejabat pemerintah, sanak saudara dan orang dekatnya, lebih diutamakan. Saya hanya berharap janganlah diperlakukan orang tak punya ini seperti gasing, putar sana - putar sini. Ini Bulan Suci Ramadhan,"pungkasnya dengan nada kesal. 

Kesal yang sama juga disampaikan Diana mengatakan,"anak ditinggal, subuh-subuh saya sudah sampai di BRI Sei Rampah menagih janji yang disampaikan oleh security pada Jum’at pagi (16/4/2021) yang kemaren. Saya sampai Subuh lho pak sekira pukul 06.00 Wib hari ini Senin (19/4), karena hari Jum’at kemaren gagal juga mendapatakan formulir dan disuruh oleh Security agar datangnya pada Senin saja. Nah, ini hari saya sudah datang, tapi malah disuruh datang lagi pada Selasa (20/4) dengan alasan sudah tidak ada formulir lagi. security seenaknya saja menyuruh kami pulang dan datang. Sudah capek benar lho pak, tak ada rasa kasihan pihak menajemen BRI Sei Rampah, apa mereka tidak punya perasaan ya?"

Sementara di rumah anak terpaksa ditinggal pergi lagi tidur karena ingin mendapatkan formulir, tapi yang didapat mau menetes air mata menunggu berjam-jam namun yang didapat kening berkeringat dan capek lah. Sebab, sesampainya disini security malah suruh pulang lagi. Jenuh dan memuakkan. Gimana pelayanan BRI Sei Rampah ini sungguh sangat mengecewakan sekali.

"Diharapkan Presiden RI Jokowi bantulah kami warga miskin ini jangan mau mengambil bantuan saja diputar seperti Gasing. Bolak-balik datang tapi tak kunjung dapat formulir. Ratusan orang setiap hari antri, kenapa tidak dibuat sistem yang mudah dan tidak merepotkan pelaku usaha. 

Semestinya BRI Sei Rampah bisa ciptakan sistem yang sangat baik dalam memberikan pelayanan dalam menyalurkan dana bantuan untuk pelaku usaha,"ujar Diana Azri (30) warga Desa Makmur Kecamatan Teluk Mengkudu,Sergai, saat berada di halaman BRI KCP Sei Rampah.

 “Tidak disangka pelayanan BRI Sei Rampah memberikan pelayanan yang sangat memperhatinkan. Sedih benar nasib pelaku usaha yang sejak tiga hari bahkan empat hari menunggu hanya untuk mendapatkan formulir saja hingga datang pun bolak balik toh datang diberikan juga. Malang benar nasib ini. Imbuh Diana dengan nada sedih dan kesal. (Hery)

No comments