Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Polres Batu Bara Berhasil Ungkap Kasus Mafia Tanah

Batu Bara ǀ suaraburuhnasional.com - Kapolres bersama Reskrim Polres Batu Bara paparkan pengungkapan kasus mafia tanah yang kerap terjadi di...




Batu Bara ǀ suaraburuhnasional.com - Kapolres bersama Reskrim Polres Batu Bara paparkan pengungkapan kasus mafia tanah yang kerap terjadi di wilayah hukumnya. Pengungkapan kasus timpang tindih dan SKT Desa palsu yang merekayasa kepemilikan tanah terjadi di Desa Lama Kec. Talawi Kab. Batu Bara ini diungkap oleh Satuan Reskrim Polres Batu bara yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Fery Kusnadi SH MH.

Bahwa semenjak 13 Oktober 2020 di Desa Mesjid Lama Kec. Talawi Kab. Batu Bara dengan tersangka seorang Kepala Desa Mesjid Lama Abdulah Sani (51) dan korbanya Ismail (57) Warga Dusun VI Desa Mesjid Lama Kec. Talawi yang merasa tertipu atau pun surat dan kepemilikan tanahnya dirampas serta dimiliki orang lain.

Kapolres Batu Bara AKBP  Ikhwan Lubis SH MH yang didampingi Kasat Reskrim AKP Fery Khusnady SH MH dalam press relisnya mejelaskan,"barang bukti yang berhasil kami sita adalah 6 Surat Keterangan Tanah Tahun 1988, 5 kwitansi pembayaran dan 1 bundel surat perjanjian pinjam pakai tanah milik Desa.

Modus operandi yang dijalankan tersangka (kepala desa.red) ini adalah dengan menerbitkan beberapa surat palsu yang sama sekali isinya tidak benar dan merekayasa lokasi tanah. Hal it dilakukanya untuk kepentingan kekayaan diri sendiri dan berfoya foya selama melakukan beberapa kali penipuan dan membuat Surat Ketrangan Tanah (SKT)  palsu kepada korban korbannya, sehingga menyebabkan korban mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.





Pasal dan hukuman yang dikenakan pada tersangka adalah Pasal 263 ayat (1), ayat (2) dari KUHPidana ayat (1) yang berbunyi,"barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak atau perikatan pembebasan hutang atau yang di peruntukan sebagai bukti dari pada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah isinya benar dan tidak palsu yang dapat menimbulkan suatu hak atau perikatan atau pembebasan hutang atau yang di peruntukan sebagai bukti sah seolah benar dan tidak palsu.

Dan ayat (2), barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah sejati jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian, hal ini bisa dikenakan hukuman pidana kurungan penjara selama 6 tahun. Ungkap Kapolres. (Nelson Srg)

Tidak ada komentar