Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Terkait Penyitaan Dokumen di KPU Sergai, Ini Penjelasan Kajari Sergai

Sei Rampah | suaraburuhnasional.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sergai Donny Haryono Setiawan SH yang didampingi Kasi Intel Agus Adi ...




Sei Rampah | suaraburuhnasional.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sergai Donny Haryono Setiawan SH yang didampingi Kasi Intel Agus Adi Atmaja SH dan Kasi Pidsus Elon U.P. Pasaribu SH memberikan keterangan resmi terkait pengeledahan penyitaan dokumen dan penyegelan Kantor KPU Serdang Bedagai kemaren, Kamis (20/5/2021) 

Pihak penyelidik Kejari Sergai melakukan penggeledahan dikarnakan adanya dugaan tindak pidana korupsi tentang penyelewengan dana hibah Pilkada Tahun Anggaran 2019 -2020 sebesar Rp.36,5 Miliyar Rupiah. 

Hal ini disampaikan Kajari Donny Haryono Setiawan SH kepada awak media, di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Serdang Bedagai (Sergai) Jalan Medan-Tebing Tinggi Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kab.Sergai, Jumat (21/5/2021) pukul 10.45 Wib. 
 
Selanjutnya Kajari menjelaskan,"sebelumnya kita sudah mempertanyakan tentang penggunaan dana hibah tersebut, namun dalam perjalannya ada pihak-pihak kurang baik yang seolah - olah menutupi masalah tersebut dan bersifat tidak kooperatif. Sehingga pihak penyelidik saat itu terpaksa melakukan penggeledahan kemaren,"jelasnya.




"Dan secara tidak sengaja ditemukan dokumen pengadaan yang sobek dibuang ke keranjang sampah. Disitu juga kita menemukan bekas sisa dokumen yang dibakar, terkait materi pemeriksaan penyelidikan. Hal ini kuat kemungkinan secara sengaja menghilangkan barang bukti,"jelas Kajari lagi.

"Dari hasil penggeledahan tersebut sebanyak 10 boks dokumen yang disita, saksi yang sudah kita periksa sebanyak 13 orang, sementara komisioner sudah dipanggil dua orang untuk dimintai keterangan. Sementara untuk Sekretaris KPU Sergai belum bisa memenuhi panggilan dengan alasan sakit,"imbuhnya.

"Pihak penyelidik Kejaksaan masih fokus mengumpulkan alat bukti, membuat keterangan tindak pidana terjadi dan mengumpulkan pelakunya, jadi saat ini dalam waktu dekat belum menetapkan tersangka,"pungkas Kajari. (Hery)

Tidak ada komentar