Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Dalam Situasi Pandemi Covid-19, Pemko Tebing Tinggi Lakukan Sosialisasi Pelaksanaan Ibadah

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Dalam situasi pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Tebing Tinggi melakukan sosialisasi pelaksanaan iba...




Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Dalam situasi pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Tebing Tinggi melakukan sosialisasi pelaksanaan ibadah kepada pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Kota Tebing Tinggi di Gedung Islamic Center Kompleks Masjid Agung, Jl. KL. Yos Sudarso, Jumat (4/6/2021) 

Dalam bimbingan dan arahan yang disampaikan Wali Kota bahwa memakmurkan masjid bukan hanya bangunan saja, tetapi juga jemaah dan masyarakat sekitarnya. "Pertemuan kita ini agar kita lanjutkan terus untuk pembinaan masjid-masjid kita, untuk menuju suatu kemakmuran. Memakmurkan masjid semuanya mulai dari bangunannya, jemaahnya dan masyarakat sekitarnya." ujar Wali Kota.

Lebih lanjut disampaikan Wali Kota, masjid juga dapat menjadi media atau sarana untuk berbuat kesehatan dengan mengajak jemaah ataupun masyarakat untuk patuh pada Protokol Kesehatan (Prokes). "Jaga jarak, pakai masker, Itu menjadi bahagian yang memang harus kita terapkan. Kita sampaikan kepada jemaah, jaga kesehatan dengan mematuhi Protokol Kesehatan, maka kita juga menjaga yang lain untuk tetap sehat." tegas Wali Kota.

Di akhir bimbingan dan arahannya, Wali Kota menghimbau agar masyarakat tidak takut terhadap vaksin dan segera mendaftar untuk mendapat suntik vaksin di Dinas Kesehatan. "Insya Allah tidak ada masalah-masalah yang timbul akibat vaksin. Bagi yang belum vaksin, daftar saja lewat Dewan Masjid. Kita data, Insya Allah hari Senin divaksin di Dinas Kesehatan. Lewat masjid kita siarkan, kita dorong, kita bebaskan Tebing Tinggi dari Covid-19," tutup Wali Kota.

Sebelumnya, dalam laporan yang disampaikan Kaban Kesbangpol Zubir Husni Harahap, S.H. menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan berdasar Keppres RI No. 11 Tahun 2020, Fatwa MUI No. 14 Tahun 2020 dan pantauan di lapangan tentang masih banyaknya rumah ibadah yang tidak melaksanakan Protokol Kesehatan secara ketat.

"Adapun tujuan kegiatan ini adalah tersampainya informasi tentang perkembangan kasus Covid-19 dan penanganannya di Kota Tebing Tinggi, tata cara pelaksanaan ibadah yang aman dan sehat di tengah pandemi Covid-19 dan peningkatan pemahaman pengurus BKM dalam rangka peningkatan kesejahteraan masjid dan jemaah", jelas Kaban Kesbangpol.

Sementara itu, Kadis Kesehatan dr. H. Nanang Fitra Aulia, Sp.PK menyampaikan tentang kasus Covid-19 di Tebing Tinggi per hari Jumat (04/06) terkonfirmasi positif berjumlah 56 orang. Nanang juga menjelaskan bahwa rumah sakit atau para dokter yang ada tidak pernah mengcovidkan orang. Jika memang pasien dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil laboratorium, maka para tenaga medis ataupun Tim Satgas Covid-19 akan tetap menangani pasien Covid dengan tetap menerapkan protokol Covid-19," ungkapnya

Saat ini, lanjut Nanang, ada 56 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tebing Tinggi, ada yang dirawat di Rumah Sakit Kota Tebing Tinggi, Rumah Sakit Kota Medan dan ada yang melakukan isolasi mandiri." ujarnya.

"Rumah sakit ataupun para dokter tidak pernah mengcovidkan orang, kalau kami ditanya, kami tak mau Covid itu ada. Kami akan mencari benar atau tidak pasien terpapar Covid, tapi kalau nyata jelas Covid-nya, tetap kita jalankan dengan protokol Covid." tegas Nanang. 




Di akhir arahannya, Kadis Kesehatan berharap kerjasama dari masyarakat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. "Tolong bantu kami. Tanpa bantuan Bapak, Ibu sekalian, Covid-19 tidak akan selesai. Insya Allah dengan kerjasama dan tekad, bersama kita bisa memutus mata rantai Covid-19," sebut Nanang. 

Pada kesempatan yang sama, Kakan Kemenag Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag, M.M. menyampaikan Surat Edaran Menteri Agama No. 15 tahun 2020 dan No. 4 Tahun 2021 tentang melaksanakan ibadah di masjid. Dijelaskannya, pelaksanaan ibadah harus tetap menerapkan disiplin Protokol Kesehatan yang ketat dan menyediakan fasilitas Prokes di setiap tempat ibadah.

"Pengurus masjid atau mushola membatasi jumlah kehadiran jemaah 50 persen dari kapasitas dengan cara menjaga jarak, menyediakan fasilitas cuci tangan, menyediakan alat pengecek suhu, membatasi jarak minimal 1 meter, melakukan pembersihan/disinfektan secara bertahap.

Selanjutnya, menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat terhadap jemaah, terutama memakai masker, menganjurkan jemaah membawa sajadah masing-masing, memasang himbauan Prokes di area rumah ibadah atau masjid, menghindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan." tutup Julsukri.

Diakhir kegiatan, Wali Kota bersama BKM memberikan santunan meninggal kepada keluarga kemalangan serta berfoto bersama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolres AKBP. Sarponi, Kabag Ren Polres Kompol Adjie, Camat, Pengurus BKM se-Kota Tebing Tinggi serta tamu undangan lainnya. (Alfian Haris)

Tidak ada komentar