Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Diduga Kegiatan Bimtek Hanya Jadi Lahan Bisnis

Panyabungan | suaraburuhnasional.com - Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepala desa se Kabupaten Mandailing Natal diduga sudah menjadi lah...




Panyabungan | suaraburuhnasional.com - Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepala desa se Kabupaten Mandailing Natal diduga sudah menjadi lahan bisnis para oknum ASN yang tidak bertanggung jawab di Pemerintahan Kabupaten Madina.

Pasalnya selain menjadi ajang bisnis. Kegiatan Bimtek ini juga diduga penuh dengan unsur paksaan dari pihak kecamatan untuk para kepala desa.dan setiap desa diwajibkan turut serta untuk mengikuti acara Bimtek tersebut.

Kegiatan Bimtek yang diadakan di Hotel Griya dan Hotel Fave Medan yang diduga tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mencari keuntungan oleh pihak-pihak yang diduga di panitia oleh ASN Pemkab Madina yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan sejumlah kepala desa kepada awak media baru ini mengaku keberatan akan kegiatan tersebut dan sejumlah kepala desa juga mengaku bahwasanya acara ini dipaksa. Dan apabila tidak mengikuti maka aliran dana desa diperlambat cairnya oleh oknum tersebut.

Selain menjadi ajang bisnis.kepala desa juga membayar 5 juta per kepala, dalam satu desa terdapat 2 orang yang berangkat mengikuti acara tersebut. Artinya setiap desa wajib menyetor 10 juta ke pihak panitia.

Selain menghambur-hamburkan uang negara. Kegiatan Bimtek kali ini juga diduga tidak bermanfaat positif bagi masyarakat. Dan lebih parahnya lagi ADD belum cair tapi acara Bimtek sudah diadakan. Akhirnya banyak kepala desa yang merasa terpaksa dan terbebani dengan kegiatan Bimtek tersebut.

Padahal sudah jelas Gubernur Sumatera Utara.Edy Rahmayadi mengatakan, harus mengurangi kegiatan Bimtek khususnya di daerah Tapanuli Bagian Selatan dan umumnya di Sumatera Utara.

Menurut Gubernur Sumatera Utara.seharusnya uang desa yang dikucurkan dari pusat melalui APBN alangkah baiknya digunakan untuk menggali potensi masing-masing desa untuk mensejahterakan ekonomi masyarakat desa.

Namun faktanya ASN dari Pemkab Madina seolah-olah tidak menghiraukan arahan gubernur. Bahkan ASN tersebut semakin menjadi-jadi untuk melakukan kegiatan bimteknya.dan memaksakan setiap kepala desa harus hadir diduga demi memperkaya dirinya dan juga kelompoknya. Seharusnya pihak pemerintah adalah mengevaluasi kinerja parakepala desa di mana harusnya para kepala desa bisa meningkatkan SDM nya masing masing. (MN)

Tidak ada komentar