Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Dua Tersangka BOS Afirmasi Masih Belum Ditahan Kejari Padang Lawas

Palas | suaraburuhnasional.com – Akhir-akhir ini media cetak dan media online di Kabupaten Padang Lawas muncul beredar pemberitaan di publik...




Palas | suaraburuhnasional.com – Akhir-akhir ini media cetak dan media online di Kabupaten Padang Lawas muncul beredar pemberitaan di publik terkait permasalahan dugaan korupsi BOS Afirmasi yang sudah ditetapkan tersangkanya oleh Kejaksaan Negeri Padang Lawas resmi dua orang.

Satu orang dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas beberapa bulan yang lalu, dari tersangka yang dua orang tersebut satu bernama inisial D salah seorang oknum ASN anggota dinas pendidikan, dan satu orang lagi berinisial MF dari pihak swasta.

Namun kedua tersangka tersebut masih belum ditahan oleh pihak Kajari Palas sampai saat ini, dan yang paling hangat diperbincangkan di berbagai media sosial baik media cetak maupun media online di Kabupaten padang Lawas.

Ironisnya salah seorang oknum ASN di Dinas Pendidikan yang sudah ditetapkan tersangka Kejari Palas berinisial D masih tetap bisa menjalankan aktivitasnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas saat ini, Senin (21/6/2021).

Ketika awak media online bersama media cetak komfirmasi langsung ke Kejari Palas melalui Kasi Intel Budi di dalam ruangan kerjanya dan mempertanyakan terkait permasalahan dua orang tersangka kasus BOS Afirmasi yang sudah ditetapkan jadi tersangka oleh Kejari jauh jauh sebelumnya kemaren tapi masih bisa berkeliaran menjalankan aktivitas ASN di lingkup Dinas Pendidikan Palas.





Kasi Intel Kejari Palas Budi menegaskan, bahwa kami dari Kejaksaan Negeri Padang Lawas sudah agak lama menunggu hasil audit dari BPKP Sumut untuk menghitung berapa total asumsi kerugian negara dalam korupsi BOS Afirmasi tersebut.

“Mereka dari BPKP sumut sampai saat ini belum memberikan jawaban kepada Kejari Palas, makanya kami dari Kejari Palas belum bisa menahan tersangka itu, karna hasil auditan BPKP itu untuk jadi bahan kami ke pengadilan gelar perkara,” ungkap Kasi Intel.

Bersama masyarakat serta rekan rekan LSM dan wartawan di daerah Padang Lawas ini sangat berharap sekali, agar keadilan di Kejaksaan Negeri Padang Lawas terkait dugaan korupsi BOS Afirmasi yang sudah ditetapkan Kejari Palas sebelumnya jadi tersangka, maka kami berharap sepenuhnya untuk keadilan di Kajari palas dapat ditegakkan agar kedua tersangka tersebut dapat ditangkap untuk ditahan secepat mungkin sesuai dasar hukum yang berlaku. (Amh)

Tidak ada komentar