Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Jubir Pemko Tebing Tinggi Sampaikan Instruksi Wali Kota Tentang Penerapan PPKM Berbasis Mikro Sampai 20 Juli 2021

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Wali Kota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, M.M. menerbitkan Instruksi Wali Kota Nomor 18...




Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Wali Kota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, M.M. menerbitkan Instruksi Wali Kota Nomor 188.45/4931/2021 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dalam rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Tebing Tinggi. 

Melalui instruksi ini, PPKM Mikro di Kota Tebing Tinggi diperpanjang sampai dengan tanggal 20 Juli 2021. Dalam surat ini diatur bagaimana penanganan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Tebing Tinggi. 

Juru bicara Pemko Tebing Tinggi yang juga selaku Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedi Parulian Siagian, S.S.T.P., M.Si ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Tebing Tinggi, Rabu (15/07/2021) mengatakan, PPKM Berbasis Mikro kembali dilanjutkan sampai dengan tanggal 20 Juli 2021. Diharapkan seluruh masyarakat dan juga Tim Satgas Covid-19 Kota Tebing Tinggi dapat menjalankan instruksi ini demi memutus penyebaran Covid-19 di Tebing Tinggi. 

"Wali Kota Tebing Tinggi telah menginstruksikan agar PPKM Berbasis Mikro kembali dilanjutkan di Kota Tebing Tinggi sampai dengan 20 Juli 2021, kita berharap melalui kebijakan ini dapat menahan laju penyebaran Covid-19 di Kota Tebing Tinggi," kata Dedi Siagian. 

Dedi Siagian menjelaskan bahwa dalam Instruksi Wali Kota ini juga mengatur tentang perayaan Idul Adha 1442 H seperti peniadaan Takbir Keliling. Pelaksanaan Ibadah Shalat Idul Adha di mesjid dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat serta mengatur pelaksanaan pemotongan hewan kurban. 

"Di dalam Instruksi Wali Kota ini, juga diatur tentang Perayaan Idul Adha 1442 H. Kegiatan Takbir Keliling tidak diperkenankan, takbiran hanya boleh dilakukan di mesjid/mushola dengan tetap menjalankan Prokes secara ketat,"imbuhnya. 

"Begitu juga dengan Sholat Idul Adha agar dilaksanakan di Mesjid/Mushola dengan menjalankan Prokes secara ketat, BKM harus menyediakan pengecek suhu tubuh, tempat cuci tangan serta masker dan seluruh jamaah sholat Id wajib menggunakan masker,"sebut Dedi Siagian. 

Terkait pelaksanaan penyembelihan hewan Qurban, harus memperhatikan hewan Qurban agar sesuai dengan syariat agama. Dan pendistribusian daging hewan Qurban dilakukan langsung oleh panitia ke penerima. 

Panitia Qurban juga harus memastikan hewan kurban terjamin kesehatannya, cukup umur dan tentunya sesuai dengan syariat agama, baik kelayakan hewan Qurban maupun proses penyembelihannya. Dan pada saat penyembelihan agar tidak terjadi pengumpulan massa, bagi masyarakat yang ingin melihat harus menjaga jarak dan memakai masker. 

"Pendistribusian daging kurban harus dilakukan oleh panitia. Jangan si penerima yang menjemput daging Qurban, karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Jadi, panitia harus mengantar langsung ke penerima daging Qurban,"tutup Dedi Siagian. (Alfian Haris)

Tidak ada komentar