Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Pemkab Palas Gelar Rembuk Stunting Untuk Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi

Sibuhuan | suaraburuhnasional.com - Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Pemkab. Palas) melalui Dinas Kesehatan gelar pelaksanaan Rembuk Stunt...




Sibuhuan | suaraburuhnasional.com - Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Pemkab. Palas) melalui Dinas Kesehatan gelar pelaksanaan Rembuk Stunting untuk penurunan Stunting secara terintegrasi yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, Para Asisten, Staf Ahli dan Kepala - Kepala Desa yang ada di Kab. Padang Lawas bertempat di Aula Hotel AL Marwah Jalan Kihajar Dewantara Sibuhuan Kec. Barumun. 

Acara ini dibuka Wabup Palas drg. Ahmad Zarnawi Pasaribu, C.ht, MM, MSi didampingi Sekda Palas Arpan Nasution S.Sos. Analisis situasi program pencegahan dan penurunan stunting adalah proses untuk mengidentifikasi sebaran prevalensi stunting dalam wilayah kabupaten/kota, situasi ketersediaan program, dan praktik manajemen layanan. 

Analisis situasi dilakukan untuk memahami permasalahan dalam integrasi intervensi gizi spesifik dan sensitif pada sasaran rumah tangga 1.000 HPK. Hasil Analisis Situasi merupakan dasar perumusan rekomendasi kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi bagi rumah tangga 1.000 HPK.

Analisis ketersediaan program dan manajemen layanan dilakukan untuk mengidentifikasi program/kegiatan pokok seperti Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), program perbaikan gizi masyarakat, program air minum dan sanitasi, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan perlindungan sosial yang pendanaannya dapat bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD kabupaten/kota termasuk DAK, APBDes termasuk Dana Desa.

Tujuan Analisis Situasi adalah untuk membantu pemerintah kabupaten/kota dalam menentukan program/kegiatan yang diprioritaskan alokasinya dan menentukan upaya perbaikan manajemen layanan untuk meningkatkan akses rumah tangga 1.000 HPK terhadap intervensi gizi spesifik maupun sensitif. 

Analisis Situasi diharapkan dapat memberikan informasi untuk membuat keputusan strategis dalam hal, memprioritaskan alokasi sumber daya yang dikelola kabupaten/kota bagi peningkatan cakupan layanan intervensi gizi terintegrasi, memprioritaskan upaya perbaikan manajemen layanan dan peningkatan akses rumah tangga 1.000 HPK terhadap intervensi gizi terintegrasi.




Juga meningkatkan efektivitas sistem manajemen data dalam membuat usulan keputusan alokasi program dan lokasi fokus, dan menentukan kegiatan pemberdayaan pemerintah kecamatan dan desa dalam meningkatkan integrasi layanan di tingkat desa.

Dengan output, rekomendasi kebutuhan program/kegiatan yang masih perlu ditingkatkan kualitas pelaksanaannya, rekomendasi tindakan perbaikan layanan yang perlu diprioritaskan untuk memastikan akses rumah tangga 1.000 HPK. Rekomendasi kebutuhan penguatan koordinasi, baik koordinasi antar OPD dalam sinkronisasi program/kegiatan maupun koordinasi antara kabupaten/kota dan desa dengan dukungan kecamatan.

Adapun ruang lingkupnya meliputi, analisis sebaran prevalensi stunting dalam wilayah kabupaten/kota, analisis ketersediaan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif di wilayah kabupaten/ kota, analisis permasalahan dalam menentukan target layanan kepada Rumah Tangga 1.000 HPK, analisis tantangan akses rumah tangga 1.000 HPK dalam memanfaatkan layanan, dan analisis kondisi koordinasi antar institusi dalam meningkatkan integrasi intervensi bagi rumah tangga 1.000 HPK.

Sementara itu untuk penanggung jawab pelaksanaan Analisis Situasi adalah Bappeda. Dalam pelaksanaannya, Bappeda membentuk tim yang melibatkan OPD-OPD yang bertanggung jawab dalam kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Bagi kabupaten/kota yang telah memiliki Tim Teknis RAD-PG dapat memanfaatkan tim tersebut sebagai pelaksana analisis situasi. Dalam melaksanakan analisis situasi, tim juga dapat melibatkan pemangku kepentingan lain sesuai kebutuhan. (AMH)

Tidak ada komentar