Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Sergai Berpotensi Jadi Lumbung Padi dan Swasembada Pangan di Sumut

Pantai Cermin | suaraburuhnasional.com - Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memiliki potensi yang besar untuk menjadi lumbung padi, bawang m...




Pantai Cermin | suaraburuhnasional.com - Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memiliki potensi yang besar untuk menjadi lumbung padi, bawang merah dan cabai di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kata Wakil Bupati (Wabup) H Adlin Umar Yusri Tambunan saat meninjau lokasi pembibitan padi, bawang dan cabai di Desa Pantai Cermin Kanan Kecamatan Pantai Cermin, Kamis (8/7/2021).

"Peninjauan kali ini bertujuan untuk melihat dan menggali potensi perekonomian di Kabupaten Sergai, Tanah Bertuah Negeri Beradat khususnya pada sektor pertanian," kata Wabup. 

Pada masa pandemi yang hingga kini belum berakhir, kita harus meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya di sektor pertanian. Oleh karenanya, Sergai harus bisa menjadi lumbung padi Sumut," ujarnya. 

Wabup Adlin Tambunan yakin bahwa dengan penggunaan bibit yang unggul serta penerapan tekhnologi yang baik akan membuat Sergai swasembada pangan khususnya beras.

"Saya berharap petani dan masyarakat bisa ikut serta meningkatkan produksi padi, jagung,bawang dan cabai. Tentunyan bibit yang digunakan harus yang berkualitas. Kita harap kita bisa bekerjasama dengan PT Benih Inti Prima (BIP) dan memberikan kontribusi ke pertanian kita," pungkasnya. 




Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PT BIP,  Elianoor Sembiring mengatakan, selama ini Kabupaten Sergai masih menjadi penyumbang komoditi pangan di Sumut. "Kedepan Sergai akan bisa menjadi nomor satu dengan penerapan pola tanam dan penggunaan tekhnologi yang tepat,"ungkapnya.

Saat ini, banyak komoditi tanam di dataran tinggi yang bisa ditanam di dataran rendah seperti di daerah Sergai. Mulai dari bawang, cabai dan lainnya bisa ditanam di dataran rendah dengan penerapan tekhnologi yang tepat.

"Untuk tanaman padi, penanaman dengan cara konvensional masih berproduksi minim sekitar 6-7 ton per hektar. Namun dengan tekhnologi dan alsintan yang baik bisa meningkat menjadi 8-9 ton perhektar. Selain itu banyak komoditi dataran tinggi yang bisa dikembangkan di dataran rendah seperti bawang, cabai dan lain sebagainya,"tandasnya. (Hery)

Tidak ada komentar