Jumat, Juli 12, 2024

Dana Baitul Mal Kabupaten Aceh Tenggara Rp2.5 Milyar Tahun 2023 Dipertanyakan

 

Aceh Tenggara | suaraburuhnasional.com – Pada Tahun 2023 Baitul Mal mendapat anggaran sebesar Rp.7.5 Milyar. Namun yang terealisasi hanya 6. Milyar. Yang belum terealisasi Sisa Rp.1.5 Milyar. Penerimaan yang telah disetor dari sumber lain ke Badan Pengelola keuangan Daerah sebesar Rp.1 Milyar. Jumlah anggaran Baitul Mal yang belum terealisasi Total sebesar Rp.2. 5. Milyar. Saat ini keberadaan uang tersebut dipertanyakan.

Baitul Mal yang menerima dari sumber zakat, infaq, sadekah, dan waqap termasuk potongan gaji Aparatur sipil Negara (ASN) ditampung dalam rekening Baitul Mal setelah terkumpul selanjutnya disetorkan langsung ke rekening Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tenggara Bagian PAD hal tersebut sesuai dengan Qanun Aceh nomor 3 Tahun 2021. Tentang Baitul Mal. Sebut nara sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Kata nara sumber lebih lanjut mengatakan, pengertian PAD khusus sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Baitul Mal zakat infaq dan sedekah yang telah disetor ke BPKD Aceh Tenggara tidak boleh dipergunakan untuk apapun. Hanya Baitul Mal yang boleh mengunakan dana ZIS yang telah disetorkan ke BPKD Aceh Tenggara. Anggaran Baitul Mal juga dari sumber dana dari ZIS yang telah disetor sebagai PAD Khusus.

Selain zakat, infak, waqap dan sedekah. Masih ada juga penerimaan Baitul Mal yang sah seperti dari pihak rekanan, penerima dari dokter spesialis dan dari penerimaan lainya, semuanya disetorkan ke BPKD Pemerintah Aceh Tenggara pada Tahun 2023 dari sumber lain telah menyetor ke BPKD bagian PAD sebesar 1 Milyar. Ujar narasumber.

Pada bulan Desember tahun 2023 Sektariat Baitul Mal berencana mengajukan SPP ke BPKD Aceh Tenggara untuk melaksana kegiataan. Namun sebelum pihak Sektariat Baitul Mal mengajukan SPP bertemu dengan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Syukur Karo Karo SE dan berkoordinasi dengan Kaban. Jelas narasumber

Kata PLT BPKD Syukur Karo Karo, untuk saat ini percuma saja mengajukan Surat Permohonan Pembayaran (SPP),”uang tidak ada karena kondisi keuangan kita defisit”. Dari peryataan Syukur Karo Karo dapat kita simpulkan bahwa penerimaan yang telah kita setor ke BPKD bagian PAD kita duga telah diperuntukan untuk membayar keperluan lain. Ungkap narasumber.

Berdasarkan Hal tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara telah melangar Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 tentang Baitul Mal. Diduga karena telah mengunakan penerimaan Baitul Mal yang telah disetor ke BPKD bagian PAD. Semestinya dana tersebut hanya bisa digunakan untuk kegiatan Baitul Mal Aceh Tenggara. Jelas narasumber

Akibat Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara telah mengunakan penerimaan yang disetorkan oleh Baitul Mal maka sejumlah Kegiataan Baitul Mal pada tahun 2023 tidak bisa terlaksanakan sebagaimana mestinya karena anggaran Baitul Mal telah digunakan untuk keperluan lain. Tegas narasumber.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Syukur Karo Karo, SE. M.Si. didampingi Kepala Sektariat Baitul Mal M. Nasir ketika dikonfirmasi di Kutacane Rabu (10/1/2024), menjelaskan, pada Tahun 2023 target PAD zakat sebesar Rp. 6 Milyar namun yang terealisasi hanya 5,8 Milyar sedangkan target penerimaan untuk infak sebesar Rp. 1,5 Milyar yang terealisasi hanya Rp. 296 Juta.

Kata Syukur lebih lanjut menjelaskan pada tahun 2023 bulan Desember Baitul Mal ada menyetor ke BPKD bagian PAD katagori infaq sebesar Rp. 880 Juta. Dana ini masih ada di BPKD setelah pengesahan APBK dana tersebut akan direalisasikan dan pihak Baitul Mal agar mengunakan anggaran tersebut sesuai dengan juknis Baitul Mal.

Jadi target penerimaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) Baitul Mal pada tahun 2023 sebesar Rp. 7.5 Milyar yang terdiri untuk target penerimaan zakat sebesar Rp. 6. Milyar. Dan target untuk penerimaan infaq sebesar Rp. 1.5. milyar. Total target penerimaan sebesar Rp. 7,5 Milyar.Itukan rencana target penerimaan. Namun realisasinya yang dipungut tersebut tidak terpenuhi. Hal ini disebabkan berbagai faktor ada PNS yang pensiun dan lain lain. Jelas Syukur Karo Karo.

Sedangkan penerimaan dari sumber lain tidak ada, jika penerimaan dari rekanan itu dalam katagori penerimaan infaq. Sumber Penerimaan yang ada di Baitul Mal ada cuma dua katagori zakat, infaq, dan sedekah. Artinya target penerimaan zakat infaq dan sedekah pada tahun 2023 penerimaan ZIS tidak terpenuhi target. Ujar M. Nasir.

Target penerimaan zakat 6 milyar yang kita capai cuma 5.8. Miliar. Target infaq dan sedekah 1.5 Miliar yang kita capai cuma 1,176 Milyar. Artinya yang telah kita realisasikan sebesar Rp. 6 Milyar 96. Juta. Rincian dari penerimaan zakat 5,8 Milyar. Anggaran dari penerimaan infaq dan sedekah 296 Juta. Anggaran kita masih ada di BPKD sebesar Rp. 880 Juta akan direalisasikan BPKD setelah pengesahan APBK 2024. Tegas M. Nasir mengakhiri penjelasanya. (Dinni)

spot_img

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles