Rabu, Mei 22, 2024
spot_img

4 Aliansi Federasi SP/SB Kembali Gelar Aksi Damai di PT Samawood Utama Works Industries

 

Deli Serdang | suaraburuhnasional.com – Aksi damai kembali dilaksanakan, bertempat di depan perusahaan PT. Samawood Utama Work Industries yang beralamatkan di Jalan Sei Blumei Hilir, Dusun 1 Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Rabu, 15 Mei 2024.

Adapun 4 Federasi yang melakukan aksi damai tersebut yakni, 1. F.SP.KAHUT-KSPSI AGN atuc Muhammad Sahrum, 2. SBMI Merdeka Rintang Berutu, SH, 3. KIKES-KSBSI, Hera Yunita Srg, SH, 4. SBMI Independen Suhib Nurido, dan didukung juga oleh masyarakat sekitar perusahaan khususnya para kaum ibu atau biasa disebut emak-emak.

Aksi damai yang dihadiri ratusan masa dari ke 4 federasi SP/SB tersebut berjalan dengan damai walaupun sedikit ada ketegangan antara masa aksi dan pihak perusahan tapi aksi tetap berjalan dengan damai.

Ada sebanyak 5 tuntutan massa aksi, 1. Menolak keras PHK massal di PT.Sawood Utama Works Industries, 2. Menolak keras peralihan status buruh dari PKWTT menjadi PKWT apapun alasannya, 3. Meminta management PT.Samawood Utama Utama Works Industries untuk menghargai dan melibatkan SP/SB (Serikat Pekerja/Serikat Buruh) dalam perundingan penyelesaian masalah, 4.Meminta perusahaan PT. Samawood Utama Works Industries untuk melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang masih berlaku sebagai pedoman dalam menyelesaikan permasalahan di perusahaan, 5.Mendesak pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Provinsi Sumatera Utara untuk menghentikan PHK massal di PT. Samawood Utama Works Industries.

Informasi yang dihimpun awak media suaraburuhnasional.com, bahwa kegiatan aksi damai ini sudah berjalan selama 3 hari berturut-turut, tetapi sampai hari ke 3 berjalan pihak dari perusahaan sepertinya enggan untuk bertemu dengan massa aksi.

Bahkan dalam kegiatan aksi demo tersebut, terlihat juga warga masyarakat Desa Tanjung Morawa A yang berposisi masyarakat di sekitar lokasi pabrik PT. Samawood Utama Work Industries yang turut membantu secara spontan dikarenakan masyarakat merasa sedih dan terharu melihat para warga masyarakat Desa Tanjung Morawa A yang bekerja di PT. Samawood Utama Work Industries tertindas dan diperlakukan sangat tidak adil dari yang katanya ada dari pihak ketiga.

Terkait sikap perusahaan tersebut, Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh dalam waktu dekat akan mengadakan aksi damai kembali dengan menurunkan massa yang jauh lebih banyak lagi ke PT.Samawood Utama, ucap salah seorang Ketua SP/SB dalam aksi tersebut.

Dikarenakan 4 (empat) Pengurus Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang ada di PT. Samawood Utama Work Industries yang sedang berjuang untuk para anggotanya telah di PHK pada saat aksi demo yang telah sesuai dengan Undang-Undang Tentang Pelaksanaan Demo/Unjuk Rasa padahal jelas di dalam Undang-Undang RI Nomor : 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh telah ditetapkan di dalam Pasal 28 yang berbunyi “apabila para Pengurus Serikat Pekerja/Serikat Buruh sedang membela dan membantu para anggotanya dilarang untuk di PHK”, dan sanksi juga ada nantinya diberikan kepada perusahaan yang membandel sesuai pada pasal 43.

Ketika para pekerja/buruh menanyakan tentang sanksi hukum yang telah ditetapkan di dalam Undang-undang RI Nomor : 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh pada pasal 43 tersebut, dijawab oleh salah seorang Ketua Serikat Pekerja/Serikat Buruh disampaikan sanksinya adalah sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling banyak 5 (lima) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 100.000.000. (Seratus Juta) dan paling banyak Rp 500.000.000. (lima ratus juta) dan para pekerja/buruh yang melaksanakan aksi demo tersebut kami mau pidana penjara saja, secara santun kembali dijawab Itu nantinya tergantung kepada aparat yang berwenang untuk itu, kita tidak bisa memaksanya

Sementara itu, Muhammad Sahrum Ketua F.SP.KAHUT IND-KSPSI AGN atuc yang didampingi oleh Suhib Nurido dari SBMI Independen, Hera Yunita Siregar S.Sos, SH dari KIKES-KSBSI dan Rintang Berutu SH sepakat menyatakan PHK yang dilakukan oleh pengusaha adalah merupakan tindakan untuk menaikkan emosi agar nantinya bertindak yang melanggar hukum. Ungkap Sahrum.

Tapi kami menyatakan tidak akan terpancing emosi dan bertindak melanggar hukum, karena berdasarkan pengalaman yang ada para pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh sudah benar dan sesuai dengan peraturan dan Undang-undang RI tetapi berbuat anarkis, atau melanggar hukum jelas perjuangannya menjadi hubar habir.

Maka, oleh karena itu perjuangan kami di PT. Samawood Utama Work Industries ini tidak akan dan tidak akan berbuat anarkis yang nantinya melanggar hukum agar supaya perjuangan yang telah sesuai dengan Peraturan dan Undang-undang RI tetap berjalan sebagaimana yang diharapkan, dan keputusan masalah pelanggaran dari pengusaha kita mintakan kepada pemerintah dan kepolisian untuk menindaknya. Tegas Sahrum.

Dalam hal ini media online suaraburuhnasional.com akan terus memantau dan memberitakan secara tuntas perkembangan dari kasus PHK di PT. Samawood Utama Work Industries ini. (Tim)

spot_img

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles