Rabu, Mei 22, 2024
spot_img

RSUD H Sahudin Kutacane Tahun 2024 Akan Miliki CT Scan 64 Slice

 

Aceh Tenggara | suaraburuhnasional.com – Direktur RSUD H Sahudin Kutacane, dr.Bukhari S.pOG (foto) mengatakan tahun ini RSUD akan memiliki CT Scan 64 Slice. CT Scan 64 ini sangat membantu para dokter dalam mendiagnosis penyakit masyarakat. Sistem kerja alat kesehatan ini lebih cepat dan akurat. Dengan adanya alat tersebut para dokter dapat dengan cepat mengambil tindakan terhadap penyakit pasien.

Selama ini jika pasien RSUD Sahudin Kutacane untuk melakukan CT Scan terpaksa pasien harus dibawa ke Sumatera Utara Medan. Mengakibatkan keluarga pasien harus mengeluarkan dana untuk biaya perjalanan juga biaya mendampingi pasien di RSU Medan. Selain itu dokter terlambat menangani pasien karena hasil diagnosa yang akurat belum diketahui.

Dengan adanya Alat CT Scan 64 Slice yang akan dimiliki RSUD Sahudin Kutacane tahun ini tentunya hal ini menjadi Kabar gembira, bagi masyarakat Aceh Tenggara sekaligus bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tenggara. Jelas Direktur RSUD Sahudin Kutacane dokter Bukhari Sp.OG. kepada awak media melalui aplikasi Whatsapp, Senin (13/5/2024).

Kata dokter Bukhari lebih lanjut menyebutkan, CT Scan 64 Slice merupakan alat diagnostik medis yang menghasilkan gambar detail organ tubuh manusia. “Alat ini memiliki kemampuan yang lebih canggih. Salah satu diantaranya menghasilkan gambar yang lebih tajam dan detail serta proses pemeriksaan yang lebih cepat dan akurat,”ujarnya.

Pengadaan alat CT Scan 64 Slice ini merupakan wujud nyata dan upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam meningkatkan mutu kualitas pelayanan kesehatan. Kehadiran alat ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD H Sahudin Kutacane sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Kabupaten Aceh Tenggara. Ujar dokter Bukhari.

Kita berharap kepada Penjabat (Pj) Bupati Drs Syakir, M.Si agar senantiasa terus mendorong dan berupaya supaya rumah sakit ini menjadi yang terbaik dalam melayani kesehatan umat, baik untuk warga Aceh Tenggara maupun kabupaten tetangga. Jelas dokter Bukhari

“Dengan adanya CT Scan 64 Slice ini, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke luar daerah untuk melakukan pemeriksaan CT Scan. Ini salah satu upaya pemerintah daerah mempercepat pelayanan kesehatan, menghindari rentang kendala di perjalanan dan efisiensi pengeluaran dana warga,”kata dr Bukhari.

Direktur RSUD Sahudin Kutacane dokter Bukhari menambahkan, dengan beroperasinya nanti CT Scan 64 Slice di RSUD merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Aceh Tenggara. Ini menjadi dambaan kita semua. “Prinsip ini merupakan bagian terpenting dan skala prioritas pimpinan daerah agar rumah sakit kesayangan masyarakat Aceh Tenggara ini terus berbenah di segala sektor. Mudah-mudahan akses Kesehatan lebih berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,”tegas dokter Bukhari mengakhiri.

Di tempat terpisah Pj Bupati Agara, Drs. Syakir M. Si berharap, dengan adanya CT scan ini, tindakan pengobatan lebih banyak lagi bisa dilakukan di Aceh Tenggara, pasien tidak perlu di rujuk lagi ke Medan atau Banda Aceh. Kata PJ Bupati Aceh Tenggara Drs Syakir M. Si lebih lanjut mengatakan, kita juga akan konsentrasi mempercepat persiapan dokter dokter ahli kita, untuk meningkatkan kwalitas pelayanan RSUD Sahudin Kutacane, saat ini putra daerah kita yang lagi menempuh pendidikan, diantaranya spesialis jantung, spesialis paru dan obsgin.

Spesialis jantung di Brawijaya, paru dan obsgin di Banda Aceh, sementara satu putri daerah lagi menempuh pendidikan spesialis ahli dalam di Makasar. Tugas saya sebagai Bupati mensupport dan mendorong putra putri daerah Aceh Tenggara agar mau mengambil spesialis secepatnya nya, agar target kita menciptakan Aceh Tenggara sebagai “Penang mini” secepatnya kita wujudkan Jelas Syakir.

Kami lebih mengedepankan peningkatan SDM dulu di banding alat medis, karena kalau alat kita beli dan prioritas kan tapi SDM yang memakai alat tersebut tidak ada, maka alat tersebut akan tidak bermanfaat atau terbengkalai. Ungkap Pj Bupati Aceh Tenggara. Tapi jika SDM sudah ada maka alat kerjanya dengan sangat mudah digunakan dan alat medis tersebut bisa bermanfaat sesuai yang diharapkan. Jelas Pj Bupati Aceh Tenggara Drs Syakir.

Jika tenaga SDM sudah ada , sedangkan kebutuhan alat tidak kita sediakan, maka itu jadi kesalahan pemerintah dan manejemen rumah sakit Sahudin Kutacane. Ketika awal kami masuk data spesialis ini kami tanyakan dan ketika kami tahu kita sudah punya spesialis neurologi dan radiologi, maka “cangkul” seperti CT scan ini wajib ada dan Alhamdulillah alat itu akan segera hadir sesuai target kita, pungkas Pj Bupati Aceh Tenggara Drs Syakir mengakhiri penjelasanya. (Dinni)

spot_img

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles