Jumat, Juli 12, 2024

Oknum Pengelola SMK/SMA Swasta Disdik Jabar Dinilai Perburuk Marwah Institusi

 

Jabar | suaraburuhnasional.com – Ragam cara oknum satuan pendidikan berupaya untuk memperoleh peserta didik yang akan di input pada dapodik, mulai dari menyebar selembaran biodata satuan pendidikan hingga menyebar tarip bayar pembelian data peserta didik pada mafia pendidikan, bahkan tak risih menerapkan sistim bagi hasil perolehan dana BOS dengan oknum di pesantren, PKBM dan SMP yang terjalin kerjasama.

Yang lebih mengherankan, ratusan data peserta didik diduga fiktif tapi bisa diinput pada dapodik oleh satuan pendidikan yang terakreditasi juga memiliki NPSN, namun tidak jelas dimana sarana dan prasarana yang dimilikinya, hal tersebut dituturkan David pada acara pertemuan dengan sejumlah anggota ormas di perbatasan Bandung Barat pekan lalu.

Menurut David, hal tersebut diutarakan mengingat banyak tokoh pendidikan yang menyoroti oknum SMK/SMA swasta di lingkungan KCD wilayah VI jawa barat yang mengelola data peserta didik diduga fiktif alias tidak riil, salah satunya SMA plus PGRI Ciranjang.

Wawan Abdul Jalal selaku kepala sekolah SMA plus PGRI cIranjang masih belum berhasil dimintai tanggapannya, namun, guru bagian kesiswaan Ertiadi pada suaraburuhnasional.com beberapa hari lalu di ruangan kerjanya, Erti tidak menepis soal adanya puluhan peserta didik tambahan dari luar alias tidak riil, sebagaimana hasil kerjasama dengan pemilik salah satu SMP swasta di desa Hegarmanah kecamatan bojongpicung, Ertiadi mengaku satu minggu sekali mendatangi tempat puluhan peserta didik tersebut untuk mengajar.

Kenakalan oknum pengelola SMK/SMA swasta di KCD wilayah VI Jabar, menurut sejumlah pemerhati pendidikan, pihak dinas sebaiknya segera memperbaiki atau menindak para oknum tersebut guna menyelamatkan marwah institusi dan dunia pendidikan, padahal dugaan adanya peserta didik fiktif tersebut sudah dibuktikan keberadaannya oleh pihak irjen kemendikbudristek, hingga terbit surat laporan hasil audit no: 0408/G.G6/RHS/WS.00.02/2022 tanggal 18 januari 2022, namun tetap tidak merubah perilaku oknum satuan pendidikan jadi membaik. (Kamal/Asep)

spot_img

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles