dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Pasaman Barat | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kembali menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir berat di Nagari Sikilang (Kecamatan Sungai Aur) dan Nagari Maligi (Kecamatan Sasak Ranah Pasisie) pada Minggu (7/12/2025). Bupati Pasaman Barat, Yulianto, didampingi Ketua TP-PKK Ny. Sifrowati Yulianto serta sejumlah kepala OPD, turun langsung ke dua nagari yang hingga kini masih terisolasi akibat putusnya akses jalan utama.
Untuk mencapai lokasi, rombongan Bupati terpaksa menggunakan kendaraan off-road dan melintasi jalur alternatif milik PT Anam Koto yang ekstrem dan berlumpur. “Kami harus memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan,” tegas Bupati.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, seperti beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, tidak hanya bersumber dari APBD Kabupaten Pasaman Barat, melainkan juga mendapat dukungan penuh dari berbagai organisasi perantau dan mahasiswa asal Pasaman. Di antaranya adalah Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pasaman dan Pasaman Barat Riau (IKPPBR), Pengurus Daerah IKPPBR se-Provinsi Riau, Korps Mahasiswa Pasaman Pekanbaru (KOMAPAS-PKU), serta Himpunan Mahasiswa Pasaman Barat Riau (HIMAPASBAR-RIAU). Kolaborasi ini menunjukkan solidaritas kuat dari perantau dan generasi muda dalam membantu saudara-saudaranya yang terdampak banjir di tanah kelahiran.
“Bantuan mungkin belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, ini adalah dukungan sementara sampai kondisi ekonomi warga pulih kembali,” ujar Bupati Yulianto di hadapan warga.
Ia juga mengajak masyarakat tetap sabar dan terus berdoa. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang bergotong-royong. Semoga musibah ini segera berlalu,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga meninjau langsung proyek Jembatan Sikilang sepanjang 65 meter yang hingga kini masih terbengkalai. Jembatan ini sangat vital bagi lebih dari 3.000 jiwa di kawasan tersebut. “Kerangka jembatan ini harus kita lanjutkan. Meskipun tidak bisa sekaligus karena keterbatasan anggaran, kita akan selesaikan secara bertahap setiap tahun bersama Dinas PUPR dan DPRD,” tegasnya.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada tokoh masyarakat dan alim ulama Sikilang yang terus mendukung kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.
Penyaluran bantuan dan peninjauan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi cepat Pemda Pasbar selama masa tanggap darurat bencana yang resmi berakhir pada 15 Desember 2025, meski dampak di lapangan masih terus dirasakan masyarakat hingga saat ini. (Muji)

