dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Medan | suaraburuhnasional.com – Sebuah paradigma baru tengah lahir di jantung urat nadi logistik Sumatera Utara. Bukan tentang teknologi automasi atau perluasan dermaga, melainkan tentang penguatan pilar paling fundamental dalam rantai pasok: Sang Pengemudi.
Dalam sebuah diskusi strategis yang berlangsung khidmat di Khana Cafe, Medan, para pemangku kepentingan transportasi Sumatera Utara merumuskan sebuah visi ambisius. Koperasi Jasa Pengemudi Angkutan Khusus Pelabuhan Belawan Sentris (JPAK PBS) bersiap melakukan lompatan besar, bertransformasi dari sekadar wadah administratif menjadi sebuah entitas multifungsi, Kamis (12/2/2026).
Ketua Organda Sumatera Utara, Prof. Haposan Siallagan, menekankan bahwa efisiensi logistik nasional mustahil tercapai tanpa standardisasi sumber daya manusia. Dalam pandangannya, kesejahteraan pengemudi adalah buah dari kompetensi yang diakui secara formal. “Koperasi harus berani melangkah lebih jauh menjadi ekosistem pendukung, sebuah ‘Bank Supir’ yang hadir saat pengusaha Angkutan Logistik membutuhkan dukungan. Namun, pondasinya tetap satu: profesionalisme. JPAK PBS harus menjadi pusat edukasi melalui sertifikasi yang kredibel,” tegas Prof. Haposan.
Cetak biru ini dirancang sebagai orkestrasi lintas sektoral yang melibatkan:
Regulator (Ditlantas & Dishub): Penegakan aspek keselamatan dan kepatuhan hukum.
Akademisi (Perguruan Tinggi): Formulasi kurikulum teknis yang relevan dengan kebutuhan industri modern. Organisasi Profesi (Organda): Sebagai payung strategis pengawasan standar profesi.
Realisasi Nyata: Mencetak ‘Elite Driver’ di Jalur LogistikLogistik Optimisme tersebut didukung oleh capaian konkret.
Ketua Koperasi JPAK PBS, Juprianel Siregar, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, koperasi telah berhasil meluluskan 180 pengemudi dalam program Safety Driver Awareness.
Bekerja sama dengan PT Prima Pendidikan Indonesia (subsidiari PT Pelindo), pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya restrukturisasi mentalitas berkendara.
“Saat ini, kami tengah melakukan sinkronisasi dengan KSOP Utama Belawan agar sertifikasi ini terintegrasi langsung dengan sistem ID Card Driver. Kami ingin memastikan hanya tenaga profesional yang bergerak di pelabuhan kita,” ujar Juprianel.
Di balik kemilau rencana besar tersebut, terselip pesan mendalam dari Ketua Dewan Pengawas JPAK PBS, Patar Panjaitan. Ia menyoroti isu krusial yang sering terlupakan: perlindungan sosial. Hingga kini, koperasi masih mengalokasikan subsidi mandiri untuk menutupi celah proteksi BPJS Ketenagakerjaan bagi para anggotanya.
”Kami sedang merampungkan Grand Design yang komprehensif sebagai dokumen posisi kami di hadapan pemangku kebijakan. Kami siap duduk satu meja dengan seluruh otoritas untuk memastikan bahwa pengemudi kita tidak hanya cakap di jalan, tapi juga terlindungi secara hari tua dan kesehatan,” ungkap Patar, didampingi Sekretaris Eksekutif Organda Angsuspel Belawan, Eko.
Menuju Pilot Project Nasional
Koperasi JPAK PBS kini melayangkan seruan kolaborasi terbuka kepada raksasa logistik dan otoritas terkait, mulai dari ALFI/ILFA, Asdeki, hingga Pelindo. Harapannya jelas: menjadikan Pelabuhan Belawan sebagai pilot project nasional.
Inisiatif ini bukan sekadar tentang memindahkan barang dari satu titik ke titik lain. Ini adalah upaya kolektif untuk memanusiakan profesi pengemudi melalui standardisasi kompetensi yang diakui secara nasional, demi masa depan logistik Indonesia yang lebih bermartabat. (Liputan : Nelson Siregar)




