dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Nagan Raya | suaraburuhnasional.com -Banjir besar yang menghantam kawasan pesisir Lhok Kuala Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menimbulkan kerusakan serius, khususnya pada infrastruktur tebing di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu telah menggerus tebing di kawasan TPI Lhok Kuala Tadu hingga memperparah kondisi lingkungan pesisir. Nelayan setempat kini diliputi kekhawatiran terhadap potensi abrasi lanjutan.
Kerusakan pada tebing tersebut dinilai sangat membahayakan aktivitas nelayan, terutama saat bersandar dan melakukan bongkar muat hasil tangkapan. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan.
Seorang anggota DPRK Nagan Raya dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) menyampaikan harapan agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah cepat dalam penanganan kerusakan tersebut.
Ia menekankan pentingnya pembangunan pengaman tebing sepanjang 220 meter di kawasan TPI Lhok Kuala Tadu sebagai solusi jangka panjang guna mencegah abrasi yang lebih parah di masa mendatang.
Menurutnya, tanpa intervensi serius dari pemerintah, kondisi ini dikhawatirkan akan terus memburuk dan mengancam keberlangsungan aktivitas nelayan serta keselamatan masyarakat sekitar.
Masyarakat nelayan berharap adanya perhatian nyata dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun pembangunan infrastruktur permanen, agar kawasan pesisir Lhok Kuala Tadu kembali aman dan produktif. (Didit)

