Kamis, April 30, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Manifesto Hijau dari Barakuda Kodaeral I Merajut Kedaulatan di Atas Tanah Ibu Pertiwi

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com — Di garis depan pertahanan maritim, sebuah perubahan besar seringkali dimulai dari hal-hal yang paling fundamental: tanah yang kita pijak dan lingkungan yang kita jaga. Pada Selasa (28/04/2026), Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) menorehkan tinta emas pengabdian melalui sebuah gerakan yang memadukan disiplin militer dengan kesadaran ekologis di Komplek Perumahan Dinas Barakuda, Medan.

​Bukan sekadar rutinitas fajar, Apel Khusus yang dipimpin dengan khidmat ini merupakan sebuah deklarasi kolektif. Di bawah panji kesiapan dan kebersamaan, segenap Prajurit dan PNS Kodaeral I meneguhkan kembali komitmen mereka: bahwa menjaga martabat satuan dimulai dari menjaga kemurnian lingkungannya.

​Pasca apel, harmoni kerja bakti segera membuncah. Fokus utama tertuju pada area benteng kolam sebuah titik vital yang kini bertransformasi menjadi representasi keasrian. Dengan ketelitian seorang prajurit, setiap sudut dibersihkan, menyingkirkan yang usang untuk memberi ruang bagi yang baru.

​Puncak dari kegiatan ini adalah penanaman hamparan rumput yang dilakukan secara presisi. Langkah ini bukan sekadar upaya penghijauan visual, melainkan sebuah tindakan filosofis:​Mengembalikan kesegaran alami ke tengah hunian dinas. ​Membuktikan bahwa lingkungan yang tangguh adalah lingkungan yang tertata rapi dan indah dipandang. ​Menyiapkan lahan produktif yang kelak menjadi pilar utama ketahanan pangan mandiri.

​Kodaeral I menyadari sepenuhnya bahwa tantangan masa depan tidak hanya datang dari cakrawala samudera, tetapi juga dari kesiapan dalam mencukupi kebutuhan dasar secara mandiri. Penataan kawasan ini adalah langkah awal yang sangat strategis. Dengan mengubah lahan pasif menjadi area hijau yang produktif, Kodaeral I sedang membangun sebuah “Benteng Pangan” yang berkelanjutan. ​”Kerapian lingkungan adalah cerminan disiplin jiwa. Namun, kemandirian pangan adalah wujud nyata dari kedaulatan yang sejati.”

​Langkah nyata ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat luas: bahwa TNI AL tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan di laut, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan positif di darat. Sinergi antara dedikasi prajurit dan kelestarian alam ini menciptakan sebuah standar baru bagi pembangunan kawasan militer yang modern, asri, dan fungsional.

​Kini, kawasan benteng kolam Barakuda tidak lagi hanya dipandang sebagai batas fisik, melainkan sebagai simbol Ketahanan, Kemandirian, dan Keberlanjutan yang akan terus tumbuh hijau, seiring dengan semangat Pargomgom Samudora yang tak pernah padam. (​Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)

Read more

Local News