dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Medan Labuhan | suaraburuhnasional.com – Upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pelabuhan Belawan. Pada Selasa (7/4/2026), suasana di SMA Negeri 9 Medan tampak berbeda dengan kehadiran para personel kepolisian yang tengah memberikan pendampingan intensif bagi anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
Kegiatan monitoring dan pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah langkah strategis dalam membentuk Duta Keselamatan di lingkungan pendidikan. Fokus utamanya adalah membangun kesadaran kolektif demi terciptanya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas).
Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan, AKP Andi K. Barus, SH., MH., menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi muda yang tangguh dan sadar hukum. Di bawah arahan Kanit Kamsel Aiptu Rudi Hutahaean, para siswa digembleng dengan berbagai materi esensial.
“Kami tidak hanya mengajarkan teknis, tetapi juga menanamkan nilai moral. Pelatihan meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk ketegasan fisik, serta penguasaan 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Namun yang terpenting, kami menyisipkan edukasi mengenai kejujuran dan tanggung jawab sebagai fondasi karakter mereka,”ungkap AKP Andi K. Barus.
Teori yang dipelajari tidak dibiarkan menguap begitu saja. Para anggota PKS langsung diterjunkan ke “medan tugas” di depan gerbang sekolah. Dengan pengawasan ketat dari personel Unit Kamsel, mereka mempraktikkan cara mengatur arus kendaraan dan membantu rekan-rekan sesama siswa menyeberang jalan dengan aman.
Langkah ini diambil agar para siswa memiliki kepercayaan diri dan ketangkasan dalam menghadapi situasi nyata di jalan raya, sekaligus menjadi contoh nyata bagi pengguna jalan lainnya.
Menjadi Pelopor Keselamatan.
Selain kecakapan fisik, edukasi mengenai fatalitas kecelakaan dan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas menjadi materi penutup yang emosional. Polisi berharap, anggota PKS ini mampu menjadi magnet positif bagi lingkungan sebayanya.
“Harapan besar kami adalah adik-adik PKS ini bertransformasi menjadi pelopor keselamatan. Mereka adalah perpanjangan tangan kami untuk mengedukasi rekan-rekan mereka agar selalu tertib, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan di kalangan remaja dapat ditekan secara signifikan,” pungkas Kasat Lantas dengan optimis.
Mengapa Ini Penting?
Melalui sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga dewasa dalam berperilaku di ruang publik. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan jalan raya adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari bangku sekolah. (NS)

