Kamis, Mei 7, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Pomal Kodaeral I Runtuhkan Simbol Kegelapan

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di ufuk utara Sumatera, sebuah langkah besar diambil demi menjaga kesucian masa depan bangsa. Bukan tentang pertempuran di samudera luas, melainkan perjuangan melawan musuh senyap yang merusak sendi-sendi kehidupan. Tim Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Kodaeral I secara resmi mengumumkan keberhasilan operasi pembersihan sarang narkotika di kawasan Belawan, Kamis (7/5/2026).

​Langkah ini bukan sekadar tindakan represif, melainkan sebuah manifestasi kasih sayang negara terhadap generasi yang akan datang. Langkah tegap personel Pomal Kodaeral I mulai bergema sejak pukul 09.30 WIB. Di bawah komando yang presisi, tim gabungan menembus rimbunnya perkebunan dan menyisir alur sungai yang selama ini menjadi tirai bagi aktivitas ilegal.

​Di tengah kesunyian Lingkungan 11, Belawan Bahari, petugas menemukan sebuah bilik sederhana yang menjadi saksi bisu hancurnya mimpi-mimpi manusia. Gubuk tersembunyi tersebut diidentifikasi sebagai pusat aktivitas gelap peredaran narkotika jenis sabu-sabu.

​Barang bukti seberat 1,30 gram, 0,98 gram, dan 0,95 gram diamankan sebelum sempat meracuni raga anak bangsa. ​Lokasi tersebut disinyalir sebagai basis operasional para pelaku kriminal yang kerap meresahkan pengguna jalan tol Belmera melalui aksi pemerasan.

​Sebagai bentuk perlawanan total terhadap kejahatan luar biasa (extraordinary crime), petugas tidak memberikan celah bagi kembalinya kegelapan di tempat tersebut. Bilik-bilik yang menjadi “sarang candu” dimusnahkan seketika melalui pembakaran di bawah pengawasan ketat aparat dan tokoh masyarakat.

​Asap yang membumbung tinggi menjadi simbol bahwa hukum tidak pernah tidur, dan keamanan warga adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. ​”Kami tidak hanya menghancurkan bangunan fisik, kami sedang meruntuhkan ekosistem kriminalitas yang mengancam ketenangan warga Belawan. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa hukum hadir di setiap jengkal tanah air,”tegas otoritas Kodaeral I di lokasi kejadian.

​Keberhasilan ini merupakan simfoni indah dari kerja sama lintas instansi. Melibatkan Tim Intel, Babinsa, aparat Kelurahan, hingga para pemuka masyarakat, operasi ini membuktikan bahwa ketika rakyat dan militer bersatu, ruang gerak bagi pelaku kejahatan akan tertutup rapat.

Memperkuat garis koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian RI. ​Patroli Gabungan: Meningkatkan frekuensi pengawasan di titik-titik buta yang rawan gangguan keamanan. Mengajak warga untuk menjadi mata dan telinga dalam menjaga lingkungan dari pengaruh buruk narkotika.

​Masyarakat setempat memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi nyata ini. Belawan kini menatap hari esok dengan harapan baru sebuah kawasan yang tidak hanya tangguh secara maritim, tetapi juga bersih secara moral.

​Operasi ini adalah pengingat bagi kita semua: bahwa menjaga masa depan bangsa dimulai dari keberanian untuk melawan kegelapan hari ini. “Berbakti di Samudera, Mengabdi untuk Masa Depan Bangsa.” Bravo Kodaeral I. (Liputan : Nelson Siregar/ Dispen Kodaeral I)

Read more

Local News