Tanah Karo | suaraburuhnasional.com -Pelaksanaan kegiatan pembangunan pengembangan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas ) Naman Teran, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara sepertinya perlu ditingkatkan pengawasannya oleh pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Karo selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kosultan pengawas yang ditunjuk atas kepercayaan pihak pengguna anggaran.
Pasalnya, beberapa kali awak media melakukan monitor dan peninjauan ke lapangan terlihat adanya pasir berkubang yang diduga digunakan pekerja untuk pemasangan batu bata dan tumpukan pasir tersebut terlihat berserakan di sekitar proyek. Kepala tukang yang mengaku bermarga Pangabean, mengatakan terkait pasir yang dinilai berkubang tersebut itu kegunaannya untuk pemasangan batu bata dan penggunaan semennya juga tidak boros,”ujarnya.
Kadis Kesehatan Kabupaten Karo dr Jasura Pinem, M.kes, saat dikomfirmasi awak media di kantornya di Jalan Selamat Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Rabu (10/9/2025), kalau terkait proyek pembangunan pengembangan Puskesmas yang ada di Desa Naman Teran langsung saja komfirmasi sama anggota saya sambil menunjuk ke belakangnya, itu dia anggota saya silahkan ditanya. Hari ini saya ada pertemuan sama bapak Bupati, katanya sambil melangkah buru-buru meninggalkan ruangannya.
Hal yang sama juga dikatakan Roni Bangun saya tidak tahu pasti terkait proyek saya hanya staf PPK, langsung saja kita ketemu sama konsultan pengawas,”ujarnya. Terkait hal ini saat dikomfirmasi Nueta Ginting dan Erwin Bangun selaku konsultan pengawas yang ditunjuk atas kepercayakan pihak pengguna anggaran menjelaskan bahwa pasir berkubang yang digunakan untuk pemasangan batu bata supaya cepat melekat batu batanya menutupi rongga-rongga dan poripori bangunan yang berlobang.
Apakah tidak melanggar ketentuan atau menyalahi aturan. Pihak Konsultan Pengawas Erwin Bangun mengatakan bahwa tidak menyalahi. Ketika ditanya awak media berapa persen kubangan di pasir tersebut kurang lebih lima persen,”ujarnya. (Bapur)


