9.6 C
Munich
Selasa, Juni 16, 2026

Demo Anarkis di Dairi: PT Gruti Desak Penegakan Hukum, Karyawan Trauma Berat

Must read

 

Dairi | suaraburuhnasional.com – Aksi demonstrasi yang berujung anarkis di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Jumat (12/9/2025), menuai kecaman keras dari PT Gunung Raya Utama Timber Industries (PT Gruti). Ratusan massa yang mengklaim menolak operasional perusahaan nekat menerobos kawasan konsesi, merusak fasilitas vital, hingga membakar bangunan perusahaan.

Manager Operasional PT Gruti, Kery Sinaga, membenarkan peristiwa yang terekam luas oleh media tersebut. Ia menyebut amukan massa bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis mendalam bagi karyawan.

“Seluruh sarana operasional, termasuk kantor, mess karyawan, hingga pusat pembibitan kopi yang menjadi tulang punggung investasi habis dibakar. Ini tindakan brutal dan tidak bertanggung jawab. Kami mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pelaku beserta aktor intelektual di balik perusakan ini,” tegas Kery.

Informasi yang dihimpun menunjukkan, sebagian besar demonstran bukan warga setempat, melainkan datang dari luar Desa Parbuluan VI. Fakta ini memperkuat dugaan adanya provokasi serta penggerakan massa oleh pihak tertentu yang tidak menginginkan keberadaan PT Gruti.

Liputan media lokal menggambarkan aksi ini sudah masuk kategori kriminal. Massa bertindak semena-mena: merusak portal masuk, membakar bangunan, memporak-porandakan pusat pembibitan kopi, bahkan memukul petugas keamanan. Akibatnya, banyak karyawan mengalami ketakutan dan trauma, serta enggan kembali ke lokasi kerja.

Kelompok massa berdalih menolak PT Gruti karena dinilai merusak lingkungan. Namun, perusahaan menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional dijalankan dengan prinsip keberlanjutan yang mengedepankan keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Lebih jauh, Kery menekankan bahwa PT Gruti hadir dengan visi strategis menjadikan Dairi sebagai salah satu pusat produksi kopi kelas dunia. Investasi yang sedang dirintis diyakini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat posisi kopi Dairi di pasar global.

Kini, publik menanti keseriusan aparat kepolisian dalam mengusut kasus ini. Pasalnya, hingga beberapa hari pascainsiden, proses hukum terhadap para pelaku belum juga terlihat jelas. Sementara karyawan yang menggantungkan diri di PT Gruti semuanya hilang pekerjaan dan trauma yang dalam, terutama pekerja perempuan yang di lecekan para pendemo. (Cs)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article