Jumat, Mei 8, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Polsek Medan Labuhan Lumpuhkan Praktik Premanisme Lewat Integrasi Teknologi 110

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Medan Labuhan | suaraburuhnasional.com – Komitmen Polri dalam menciptakan ruang publik yang aman dan bebas dari intimidasi kembali dibuktikan oleh jajaran Polsek Medan Labuhan.

Melalui respons strategis terhadap aduan masyarakat, aparat berhasil memutus rantai pemerasan yang meresahkan pelaku usaha kecil di kawasan Pasar 5 Marelan, Minggu (4/1/2026). ​Langkah cepat ini menjadi manifestasi nyata dari efektivitas Call Center 110, sebuah kanal darurat yang kini menjadi tumpuan masyarakat dalam melaporkan gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) secara real-time.

​Peristiwa bermula ketika seorang pedagang kopi keliling menjadi sasaran pemerasan oleh oknum preman berinisial R dan P. Dengan dalih “uang keamanan,” korban dipaksa menyerahkan dana sebesar Rp 120.000. Meski sempat menuruti permintaan tersebut demi keselamatan, keberanian korban muncul saat salah satu pelaku kembali mencoba melakukan pungutan liar untuk kedua kalinya

​Alih-alih tunduk pada tekanan, korban memilih jalur hukum dengan menghubungi layanan darurat 110. Laporan tersebut langsung direspons secara taktis oleh piket fungsi Polsek Medan Labuhan di bawah komando AKP James Damanik.

​Plt. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, SH., SIK., MM., melalui Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, SH., MH., menegaskan bahwa tindakan premanisme tidak memiliki tempat dalam tatanan masyarakat modern. “Kehadiran personel di lapangan sesaat setelah laporan diterima adalah bentuk komitmen kami bahwa negara hadir untuk melindungi warga, terutama mereka yang sedang berjuang mencari nafkah,” ujar Kompol Tohap Sibuea.

​Dalam operasi penyisiran di sekitar Pasar 5 Marelan, petugas berhasil mengamankan salah satu tersangka berinisial R. Pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai koridor hukum yang berlaku. Keberhasilan penangkapan ini bukan sekadar keberhasilan taktis kepolisian, melainkan simbol sinergi antara keberanian warga dan kesigapan aparat.

Kapolsek Medan Labuhan mengapresiasi langkah cerdas korban yang memanfaatkan teknologi pelaporan resmi, yang sekaligus menjadi pesan kuat bagi para pelaku kejahatan jalanan. ​Keberanian Pelaporan: Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan ruang bagi praktik pungli.

Layanan Call Center 110 adalah jalur tercepat menuju bantuan kepolisian tanpa dipungut biaya. ​Polri akan terus melakukan patroli dan penindakan tegas demi menjaga kondusivitas wilayah hukum Medan Labuhan. ​Dengan penindakan ini, Polsek Medan Labuhan kembali mempertegas posisinya sebagai pelindung dan pengayom yang responsif, memastikan roda ekonomi masyarakat bawah dapat berputar tanpa bayang-bayang ancaman premanisme. (NS)

Read more

Local News