dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Jabar | suaraburuhnasional.com – Sejumlah pengerjaan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahap II Tahun Anggaran 2025 di wilayah Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur tidak terselesaikan di tahun 2025.
Keterlambatan pengerjaan tersebut tidak dibantah oleh seorang sekertaris dari salah satu Poktan di Bojongpicung, menurutnya, pengerjaan program P3-TGAI tahap II tersebut sudah seharusnya selesai di tahun 2025 atau tidak boleh melampaui batas waktu yang telah ditentukan bersama antara PPK dan kelompok pelaksana, sementara pekerjaan yang semestinya dikerjakan swakelola tipe IV tersebut oleh BBWS Citarum telah dilaksanakan serah terima pada 23 Desember 2025 lalu, sehingga pekerjaan program P3-TGAI tahap II seolah sudah selesai sesuai target juga ketentuan peraturan.
Tak sedikit warga setempat menduga, serah terima hasil pekerjaan disaat pekerjaan itu sendiri belum selesai dikerjakan adalah suatu pensiasatan terorganisir yang berpotensi memantik ragam kecurigaan dari masyarakat, sebagian warga mencurigai adanya aurat BSWS Citarum yang perlu ditutupi serapi mungkin, dengan maksud menghindari endusan APIP atau aparat lainnya, lantaran menurut warga, marwah salah satu institusi tengah dipertaruhkan oleh sejumlah oknum yang berperilaku menyimpang.
Menurut salah seorang ahli SDA Luky Firmansyah, Program P3-TGAI tahap ll di 66 lokasi pada 9 kabupaten wilayah jawa barat merupakan program infrastruktur Berbasis Masyarakat atau padat karya dari Kementerian Pekerjaan Umum Dirjen SDA dengan menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2025, dimana pelaksanaannya mengacu pada pedoman Umum dan juknis P3-TGAI.
Sementara menurut Luky, peran BBWS Citarum dalam program P3-TGAI 2025 merujuk pada instruksi presiden no 2 tahun 2025 dan peraturan PUPR no 13/PRT/M/2017 tentang pedoman P3-TGAI, dimana BBWS citarum berperan aktif sebagai pelaksana teknis dan fasilitator dilapangan, memastikan program P3-TGAI 2025 berjalan sesuai regulasi serta mencapai tujuan, yakni meningkatkan fungsi irigasi dan mensejahterakan masyarakat.
Menanggapi peran BBWS Citarum pada program P3-TGAI, tokoh setempat Asep dodo angkat bicara, pengerjaan program P3-TGAI yang berlokasi di kp cisasak desa Sukajaya kecamatan Bojongpicung dari awal dikerjakan oleh pemborong Nani beserta 10 orang tenaga kerja lainnya dari Kecamatan Haurwangi, sementara petani warga setempat tidak seorangpun yang dilibatkan bekerja, karenanya menurut Asep Dodo, tak heran jika hasil pekerjaan pemborong tersebut gagal tidak sesuai RAB atau berkualitas rendah, lantaran, pada ratusan meter pekerjaan tersebut disinyalir tidak dipasang pondasi, sehingga menurut Asep, kondisi buruk yang ada berpotensi dapat menggiring sejumlah pihak pada pusaran hukum.
Sementara pihak BBWS Jawa Barat Wawan juga Rangga yang kerap disebut turut berperan di program P3-TGAI tahap II, sejauh ini tidak memberikan tanggapan pada awak media suaraburuhnasional.com, sekalipun telah berulang kali dihubungi melalui telepon seluler. (Kamal/Asep)

