Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina didampingi Kepala Bapperida Mariani dan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Tanjungbalai Ibu Nurlinda Mayani melakukan audiensi ke Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang diterima langsung Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko diruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungbalai memiliki permasalahan utama yaitu sedimentasi sungai yang secara alami menyebabkan menurunnya kecepatan aliran air, mengakibatkan pendangkalan dan berkurangnya kapasitas tampung sungai.
“Penduduk Kota Tanjungbalai yang mayoritas sebagai nelayan mengandalkan sungai asahan sebagai mata pencaharian mereka. Dengan terjadinya sedimentasi sungai ini, para nelayan akan susah mencari ikan dan kapal-kapal akan susah beroperasi. Hal ini mengakibatkan pendapatan masyarakat berkurang, kesejahteraan masyarakat akan menurun, dan tingkat kemiskinan pun akan meningkat.
Kami bermohon agar Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 secara khusus dapat dialokasikan lebih besar, mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah Pemerintah Kota Tanjungbalai dan kebijakan efisiensi anggaran, harap Muhammad Fadly.
Menyahuti Kunjungan dan permohonan Pemerintah Kota Tanjungbalai yang disampaikan Wakil Wali Kota tersebut, Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko mengatakan saat ini BP Taskin memiliki program yang disebut dengan Si Taskin. Si Taskin (Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan) adalah program yang diinisiasi oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk mengatasi intervensi terpadu, berbasis data dan berkelanjutan, dengan fokus awal di wilayah pedesaaan dan daerah tertinggal. (Indah)


