Dairi | suaraburuhnasional.com – Senja Ramadan di Desa Tungtung Batu, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, menghadirkan suasana yang berbeda. Di sebuah rumah sederhana milik Ketua Almas Lintang, Sahbin Cibro, ratusan warga berkumpul bukan hanya untuk berbuka puasa, tetapi juga menyatukan harapan tentang masa depan daerah mereka.
Sekitar 200 orang dari lima desa dan satu kelurahan di wilayah lingkar tambang hadir dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut, Jumat (7/3/2026). Hadir pula unsur organisasi kepemudaan (OKP), forum masyarakat, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), pengurus gereja, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah.
Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan pemerintah pusat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), unsur PDLUK, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi.
Dalam suasana penuh kehangatan, masyarakat dari berbagai latar belakang duduk bersama tanpa sekat. Hidangan sederhana tersaji di meja-meja panjang, namun percakapan yang mengalir di antara warga memuat harapan besar bagi masa depan daerah lingkar tambang.
Ketua Almas Lintang, Sahbin Cibro, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya kebersamaan masyarakat dalam menjaga dialog antara warga dan pemerintah. “Almas Lintang lahir dari kebersamaan masyarakat lingkar tambang. Ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk berdialog, baik sesama warga maupun dengan pemerintah,”ujarnya.
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga menyampaikan harapan terkait kejelasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Dairi Prima Mineral (DPM). Menurut Sahbin, masyarakat berharap proses tersebut berjalan transparan dan memberikan kepastian bagi masa depan daerah.
“Kami berharap ada kejelasan AMDAL PT DPM yang transparan dan berpihak pada keselamatan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Kehadiran perusahaan sangat kami harapkan karena membuka peluang kerja dan mendukung ekonomi masyarakat lingkar tambang,” katanya.
Aspirasi serupa disampaikan tokoh masyarakat Romulus Tambunan. Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian terkait perizinan AMDAL sehingga aktivitas perusahaan dapat berjalan kembali. Menurutnya, masyarakat menginginkan keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Imam Masjid Desa Tungtung Batu, Ustad Suhaidin Ujung, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa silaturahmi seperti ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pertemuan. “Silaturahmi adalah amanah. Pertemuan ini menjadi ruang doa dan ikhtiar bersama agar alam tetap terjaga dan rezeki masyarakat dapat terus mengalir,” ujarnya.
Ia juga berharap para pemangku kebijakan dapat mendengar aspirasi masyarakat lingkar tambang yang mendambakan masa depan ekonomi yang lebih baik tanpa mengabaikan kelestarian alam. Acara buka puasa bersama kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh imam jamaah dari Kelurahan Parongil. Usai doa, warga dan tamu yang hadir saling berjabat tangan dalam suasana penuh keakraban.
Melalui momentum Ramadan ini, masyarakat lingkar tambang berharap kebersamaan yang terbangun dapat menjadi jalan bagi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Dairi menjaga alam sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat. (Clara)


