dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Belawan | suaraburuhnasional.com – Ada yang berbeda di Pendopo Agung Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma pada Selasa, 21 April 2026. Di balik khidmatnya peringatan Hari Kartini, sebuah gebrakan pelayanan publik bertajuk “Eazy Paspor” dihadirkan oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan sebagai bentuk nyata transformasi birokrasi yang lebih humanis dan progresif.
Layanan jemput bola ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah manifestasi dari semangat “Negara Hadir” di tengah-tengah komunitas. Sejak gerbang layanan dibuka pukul 09.00 WIB, suasana antusiasme warga terasa begitu kental namun tetap teratur. Program Eazy Paspor ini berhasil memangkas jarak dan waktu yang biasanya menjadi hambatan bagi masyarakat. Dalam kurun waktu satu hari, tim Imigrasi Belawan secara lincah merampungkan 44 permohonan, yang terdiri dari:
31 Aspirasi Paspor Baru: Membuka gerbang bagi masyarakat untuk melangkah ke kancah internasional. 13 Pembaruan Dokumen: Menjamin kesinambungan mobilitas warga tanpa kendala administratif.
Ketua Umum DPP Pujakesuma, Eko Sopianto, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis ini. Ia menilai momentum pelaksanaan di Hari Kartini memberikan makna filosofis tersendiri.”Kami melihat ini sebagai bentuk emansipasi pelayanan. Terima kasih kepada Imigrasi Belawan yang telah menginisiasi metode jemput bola ini. Ini adalah kado nyata bagi warga masyarakat di hari yang bersejarah ini,” tutur Eko Sopianto.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam keterangannya menekankan bahwa Eazy Paspor adalah ujung tombak inovasi Direktorat Jenderal Imigrasi dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat modern. Inovasi ini dirancang untuk kelompok atau komunitas yang membutuhkan aksesibilitas tinggi tanpa harus mengorbankan produktivitas harian mereka.
Senada dengan visi tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan komitmen institusinya untuk terus melahirkan terobosan-terobosan segar.”Komitmen kami adalah kualitas. Kami ingin setiap warga merasakan pelayanan yang tidak hanya cepat dan transparan, tetapi juga elegan dan inklusif. Kami tidak menunggu masyarakat datang, kami yang mendatangi masyarakat,” tegas Eko Yudis.
Kegiatan ini ditutup pukul 15.00 WIB dengan kesan mendalam bagi para anggota paguyuban. Keberhasilan ini menjadi cerminan bahwa ketika instansi pemerintah dan elemen masyarakat bersinergi dalam harmoni, pelayanan publik yang prima bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah realitas yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Imigrasi Belawan: Menjaga Kedaulatan, Melayani dengan Ketulusan. Sebagai wujud nyata imigrasi untuk Rakyat. (Liputan : Nelson Siregar)

